24/03/19

365 Days!

Saya masih ingat gimana rasanya terbangun di pagi hari di tahun 2018 dan membaca E-mail yang bukankah-seharusnya-baru-seminggu-lagi-pengumumannya tapi ternyata didapat sehari setelahnya.

Lalu, baru-baru ini saya bilang ke teman saya, "gue besok setahunan loh di sini". Saya mengatakannya dengan bangga namun juga berat. Bangga, karena segala hal yang saya anggap badai mampu berlalu, ya layaknya badai yang berlalu, dan saya masih dalam keadaan baik-baik saja. Berat, karena bagi saya seharusnya 1 tahun ini saya sudah membuat milestone -- dan hal ini cukup sering memutari kepala saya sendiri beberapa minggu setelah saya sadar bahwa saya hampir menggelontorkan 365 hari saya di Selatan Jakarta.

365 hari, maan.
Dang!
kemudian tidak ada lagi embel-embel fresh dan membanggakan diri sebagai frashgrad karena waktu telah berganti banyak.
Ini seharusnya bukan hal yang besar, tapi tapi yang membuatnya cukup besar adalah too many unexpected things happened. Simply, karena emang ini pekerjaan pertama dan apa yang saya lihat langsung tentang bekerja sangatlah luas, berbeda dengan apa yang pernah saya dengar dan saya lihat sebelumnya.

06/02/19

Sudahi sudah

Entah sudah berapa kali aku mengutuki diri aku sendiri, utamanya agar sadar, dan agar aku benar-benar menapak; berdiri di atas kaki sendiri, menyentuh permukaan bumi, dengan kesadaran penuh, sembari merasakan betapa dingin keramik pagi ini namun permukaannya sangatlah halus karena
bangunan ini masih baru dan beruntungnya hanya ada sedikit debu hasil usaha jasa bersih-bersih online yang datang ke kamarku.

Aku sedang banyak terhanyut, kita sebut saja lamunan, angan, imajinasi, segala hal hasil konstruksi pikiranku sendiri agar aku mampu menghadirkan kebahagiaan sementara di dalam isi kepala. Nyatanya, aku justru melewatkan menit-menit dalam hidupku atas hal yang tidak berguna, lalu

06/01/19

2018

Writing about end of  year recap has been my tradition since 2010 and I'm still trying to re-call all the memories back but I'm failed. So many things happened in this year,

2018 : I learned to say goodbye;
Since saying goodbye has never been easy for me, berpindah tempat bekerja 3x dalam setahun setidaknya bikin aku lebih ringan setiap bilang "aku pamit, ya" karena pada akhirnya hidupmu tidak akan seluruhnya berubah, bahkan hanya sepersekian yang berganti. Aku memutuskan untuk berhenti menembus kemacetan Kuningan karena harus mengakhiri masa internship yang terbilang cukup lama (5 bulan loh) dan berpindah kerja di ruko daerah Tebet. 'Tidak cocok dengan tempat kerja' ternyata

01/12/18

What Jakarta has taught me about life

Jakarta banyak mengenalkan saya pada rutinitas yang belum sempat saya laksanakan selama saya di Bogor atau kuliah di Depok, karena Jakarta ternyata mampu membuyarkan batas antara bisa dan tidak bisa, juga antara mau dan tidak mau. 

Jakarta adalah tamparan, khusunya tentang kegigihan akan rezeki yang harus dijemput. Jakarta di malam hari tidur berselimutkan hutang atau pun masa depan negara. Juga langkah penuh gelisah akan pekerjaan yang tak kunjung didapat, maupun pekerjaan yang tak kunjung selesai. Jakarta adalah
potret nyata antara batas atas dan batas bawah yang terlampu ekstrim yang dikemas dalam sebuah bingkai kota.

12/11/18

Ngobrolin Millenial


"Kep, apa rasanya jadi CEO startup yang kliennya terus bertambah, funding-nya juga jalan, dan anggotanya makin banyak?"
Ini pertanyaan saya ke salah satu teman saya yang pas SMA berjuang bareng untuk SBMPTN tulis. Kesamaan background sebagai orang yang bekerja di start-up tech company (walaupun perbedaan levelnya bagai langit dan bumi) membuat kita sedikit-banyak paham apa yang sedang menjadi fokus masing-masing, termasuk manpower-nya yang didominasi oleh anak muda.
Tapi akhirnya obrolan mengenai anak muda ini menjadi sangat menarik, obrolan millenial khususnya di dunia kerja. Obrolan mencari kerja masih menarik untuk saya dan teman-teman saya yang masih anget banget lulus dari kampus. 

Selepas tes CPNS 2017
Sehabis lulus, ga sedikit teman-teman yang banting stir dari yang sudah dipelajari selama 4 tahun-and
© Bulan Purnama
Maira Gall