sedikit balasan

by - November 04, 2011

November.

Seminggu sebelum semuanya menjadi jelas, dan SMANSA tahu siapa saja sosok-sosok itu. Awal untuk memulai semuanya... Saya hanya kembali teringat dengan pesan-pesan itu, dan ternyata belum ada satu pun yang sudah saya balas.
Walau semua dapat membaca, tapi tak semuanya benar-benar mengerti kan?

1.
Terima kasih telah menjadi orang yang paling melihat perkembangan dan perubahan-perubahan yang ada, menjadi sosok yang mampu mengajarkan tanpa berkata bahwa sebenarnya dia sedang mengajarkan, yang mampu membuat saya sadar bahwa saya dalam keadaan tidak sendiri, yang mampu memacu saya untuk terus berbuat lebih, atau mungkin juga menjadi orang yang paling melihat sisi kekanak-kanakan anaknya. Dua kata untuk merangkum semuanya : saya nyaman dan saya berkembang.
Saya ingat, "jangan tanya administrasi ke gua ya soalnya gua ga ngerti hehe."
Jika semuanya telah berbicara tentang 'orang tua' mereka masing-masing, saya selalu bersyukur menjadi anaknya, dan saya bangga akan hal itu.
Kalau saya boleh menilai : Selamat. Anda telah sukses menjadi seorang ayah :)

*Di hari terakhir BLDK saat saya membacanya, gerimis turun dan memburamkan pandangan saya. Tepat.*

***

2.
Saya tak tahu mengapa, tapi sepertinya kita berdua selalu biasa saat berbicara tatap muka. Mungkin, tulisan yang lebih mampu mewakili, atau diam karena mencoba memahami dan meraba-raba tentang isi. Saya merasa menangkap, dan terasa dalam, entah mengapa. Ternyata komunikasi itu bukan hanya tentang kata-kata, tapi tentang bahasa, dalam bentuk apapun itu.
Terima kasih telah membuat saya selalu merasa 'belum apa-apa' atau 'belum seberapa'. Untuk menjadi referensi terpercaya selama setahun kemarin. Saya melihat apa itu total. Terima kasih banyak atas hadiah e-mail dan mapnya. Tahukah teh bahwa saat ini saya menjadi orang yang paling sering dimintai data, jawaban, dan pertolongan karena hadiah-hadiah itu adalah jawabannya? Saya kangen 2 minggu itu. Tentang 'menjadi' yang bukan hanya sekedar, tentang perbaikan diri, tentang selalu berusaha yang terbaik dalam segala aspek. Hari-hari dimana ketakutan yang mencuat karena benar-benar tak ingin mengecewakan. Tapi ternyata orang disana selalu percaya... Saya tertunduk.
Sikap dan keyakinannya selalu mendorong saya menjadi lebih nyata, berwujud, dan bukan bayang-bayang semata, terutama untuk kedua kalinya.
Saya bangga dan bersyukur ada 'disini'. Terima kasih sudah mengizinkan saya untuk merasakan kesempatan ini di tempat yang hanya satu. Semoga kita sama-sama bisa merasakan win, meski di tempat yang tak lagi sama, nantinya.
"Gi, itu kakak lu ya?" *sambil menunjuk seseorang yang sedang asik mengerjakan soal-soal di NF*
:)" Iya, dia hebat ya? *Menjelaskan dalam hati*

nb: jangan perhatikan sikapku ya jika bertemu. Aku menahan, tak ingin meledak jika terus mengingat. Mencoba kembali ke jalurku setelah masa-masa dimana aku diberi tahu rambu-rambu.

*Bukan hanya saat membaca 2 lembar kertas hijau itu, tapi menulis kata-kata ini membuat saya tumpah. Sungguh.* 

***

3.
Lima tahun mempunyai 'kakak' tetap. Saya tak mengerti kenapa ikatannya tak pernah merenggang. Hari pahlawan, social week, MOS, pagelaran. Dikombinasikan lagi di SMA, pada ruang yang sama, bahkan didalamnya pun tak sedikit harus duduk pada meja yang sama. Saya selalu menikmati obrolan-obrolan panjang itu. Terima kasih sudah menjawab, mengerti, dan memaklumi, juga atas semua ketersediannya. Untuk semuanya, semenjak di kelas delapan.

nb: semoga rencana kita jadi! :p

dokter. arsitek. insinyur. amin :)

***

Setelah O ada P, dan saya C keduanya :)

Seseorang berkata "Alam semesta ini terbentuk dari cerita-cerita, bukan sekedar atom-atom."
OSIS pun begitu.

You May Also Like

0 komentar