Sudah Setengah Jalan

by - April 22, 2012

Sudah setengah jalan.

Tertegun melihat semua goresan, ternyata sekilat ini waktu bekerja. Lantai 1 sudah tak berpenghuni, Mid Event sudah H-13 dan Closing H-27, secepat ini siang dan malam berganti. Gue sedikit meraba-raba setelah April, pastinya non-stop minta ampun. Gue, dengan tugas yang neverending dengan sok meng-accept untuk menjadi koor di dua tempat, apakah gua sekarang terlihat seperti sedang jalan melenggang
Ternyata banyak yang harus dipersiapkan, sangat banyak. Semakin kesini, laptop semakin lama, terlalu berat katanya. Tapi bagaimanapun juga, mengutak-atik data itu menyenangkan. Data pemilik pola pikir random abstrak seperti gue. 
Gordon Dryden dan Jeannette Vos (1999) menyatakan gaya berpikir terbagi menjadi empat bagian yaitu Sekuensial Konkret, Sekuensial Abstrak, Random Konkret dan Random Abstrak
Iya, gue yang ke-empat, dan sudah melalui tes. Rapih dan sistematis bukan seperti membalikan telapak tangan buat gue, asli.


Masih. Belum berakhir.
PPT-Photoshop-Buku harus gua makan sebelum jam 5. Harus.


***

Sudah setengah jalan.
Tersentak melihat semua situasi ini, gue seperti harus membakar arang yang sudah dingin; ya, tidak mudah untuk memunculkan api semangat kepada mereka. Tau krisis? iya itu. Krisis kepercayaan menjadi headline saat ini. Kalau awan kelabu tau? Ini Bogor, kawan. Bukankah seharusnya tak aneh? Awan kelabu tengah merajai, dan semangat yang sebenar-benarnya semangat yang menjadi modal untuk menghapus semuanya. Inilah Bogor, dimana hujan dan "hujan" bersedia menengahi semuanya, tanpa melunturkan kenyamanan dan kehangatan di dalamnya. Akhir tak bisa diprediksi. Masih setengah jalan. Aku, kau, kalian, mereka, kita semua, masih punya kesempatan, dan gue, selalu percaya dengan keajaiban!

***

Sedikit selipan cerita tentang hari ini dan kemarin. Makasih ya XI IPA 6 untuk hari-hari sehatnya. Bermain bulu tangkis dan volley beruntun ini benar-benar sangat menyenangkan. Meski badan sakit semua, dan tangan gue, lebih tepatnya tangan kanan gue masih bergetar sampai sekarang, dan membuat gue kesulitan mengendaikan mouse. V-Cup dengan 4 orang berhasil melawan 5 orang dengan runtutan semifinal dan final dalam 1 hari. Selamat beristirahat, terlebih yang telah menjadi pahlawan kelas, semoga lekas lekas lekas sembuh :)

***

Satu lagi, teruntuk : Almitra Indira
Ndi, ada gue di lingkaran itu. Ada gue. Meski ternyata lu menyentuh SEMUANYA, itu karena Dia menitipkan kepada lu yang memang bisa, bukan hanya Dennis dan kita semua yang menitip.
Sedikit mengutip dari pendahulu gue,
"Gue aja percaya ndi sama lu, masa lu ga percaya sama diri lu sendiri ?"
Tangan-Nya bersedia hadir dari perwujudan tangan-tangan di sekitar lu. Bismillah ndi untuk memulai setiap kerjanya.

You May Also Like

1 komentar