Tentang Penghujung Maret

by - April 01, 2012

Ya.

Ini Minggu dini hari, tepatnya pukul 3 untuk memulai menulis. Terbangun karena terbiasa memiliki jam bangun seperti ini, setelah cukup lelah berkeliling dan akhirnya gua tau alasan kenapa kakak gua dulu suka pulang malem.

Tiada hari tanpa ulangan dalam 1 minggu ini. Mate-Agama(tapi ga jadi karena pulang cepet)-bio-kimia-mate. Tugas gila dalam kurun waktu yang sedikit. Nyetak ini itu ke gundaling sebelum tiba di sekolah. Takut dengan semua deadline tugas sekolah untuk diselesaikan dalam waktu 1 hari dan gua malah diingetkan dengan celetukan teman "Bukannya udah biasa ya gi lu setiap hari menghadapi kayak gini?"  ah iya gua inget, bukannya memang setiap hari? dan dengan bantuan dari-Nya dengan segala cara yang terwujud dalam berbagai cara disekelililing gua, ah ya akhirnya selesai...
Belajar dengan siapapun. Kabur ke Rumah Zahra sampai jam 8, semedi di NF sampai jam 9 sambil cerita-cerita pengalaman salah satu tutor di FTMD ITB. Akhirnya gua dapat mengerti fungsi dalam waktu sehari itupun sampai jam 12 malam hanya untuk mate. Segala kesungguhan yang berujung manis, karena tidak remedial itu rasanya sesuatu...

21-22 Maret 2012. Dekor akbar dengan langit cerah itu sadar tak sadar menambah semangat. Melihat bintang-bintang yang ikut mempercantik malam sambil menghadapkan badan ke langit di tengah lapangan berdebu dengan teman-teman sambil melihat rasi bintang orion, bintang sirius, planet jupiter dan venus, dengan dibantu google sky map dari android itu ternyata momen yang tidak biasa. Bucat yang nyeletuk "Biasanya gua nontonin film, kali ini gua nontonin bintang" Indi yang memang berjiwa sosial tinggi dengan menggunakan google sky map teriak "Gua ngeliat bintang north!" Azmi yang kaget "Kenapa di altar ada uranus?" , balapan otopet, langit sore yang kayak es krim. Lalu pulang dan berburu dengan sejarah. Tidak bisa tidur karena besok opening+membuat presentasi sejarah memang cara yang jitu, asli.
Jadi operator nanganin 2 laptop berasa diri gua high-tech, drama yang ternyata sukses, balon warna-warni dimana mana, panssera dan Madun, jingle dengan aransemen berbeda, profil smansa day yang diapresiasi satu smansa. Sensasi yang luar biasa.

Enthusiastic level 4 yang meriah ditambah membaca postingan Aqila yang ini adalah pembangkit. Ada turboplast yang ramai dengan official dari setiap kelas yang pantang menyerah meskipun hujan, Forkis yang makin seru (karena sudah 2 kali gue menghadiri acara ini), dan pelatihan PP yang menurut gue proker mulia sudah mengisi sampai di penghujung Maret. 

MIB, yang walaupun kalah tapi semuanya dapat menikmati pertandingan :) Jujur yang bikin mules di kelas ujung sambil benerin kalender. Hayoh ketauan!

Pertanyaan spontan di tengah hujan deras yang menjebak 


teman gue yang satu ini berumur 16 tahun, tapi tidak seperti 16 tahun. Hobinya bikin alat sampai jam 2 terus belajar. Gue yang iseng-iseng nanya ternyata dapat banyak pelajaran dari dia. Gue, Luthfi, Najmi yang berpikir yang visioner ternyata malah menjadi kekhawatiran. Kita yang bertanya tentang kita sekarang dan nanti. Diskusi yang benar-benar menyenangkan!

Terminal Hujan. Buat gue, tempat ini bukan sekedar tempat untuk mengajar mereka yang membutuhkan pendidikan, tapi menyadarkan bahwa kita jauh lebih beruntung dan patut untuk bersyukur, pengajar yang rela meluangkan hari Minggu-nya, dedikasi dan kepedulian, fenomena pendidikan, semuanya dapat didapat disini. Selain itu, yang menjadi poin + disini adalah pengelolanya banyak yang lulusan dari SMANSA.

Beberapa kejadian yang sempat didokemntasikan

Forkis

MIB

Jersey MIB

Lambang MIB

Nomor punggung

Teh Tika; happy birthday, Qorib! ;)

Tama @ closing Enthusiastic level 4

Smansa at night

anak-anak terminal hujan

Ice breaking sebelum belajar

Menghias layang-layang


Gue dan Endin, anak brumu8 tahun yang masih belum bisa membaca

Akhirnya. Setelah sekian lama tidak menemukan Hari Minggu, gue mendapatkannya kembali di hari ini.
Selamat beristirahat semua! :)

You May Also Like

0 komentar