Tertanda; dari seorang adik

by - April 13, 2012

Bismillah.

Mulai memasuki H-3 UN adalah momen yang paling tepat untuk menengok sejenak jejak yang pernah dilewati, dengan orang-orang itu, dengan mereka.

Hanya sedikit aksi, tak banyak dan tak lebih dari panjatan-panjatan do'a dari orang yang saat ini tengah merindukan akan keberadaan sosok. Lagi. Karena buat saya, mereka bukan suatu sekedar yang begitu saja. Sangat berarti. Dan ini sungguh, bukan hiperbola.

Atmosfer SMANSA kali ini terasa berbeda dengan sebelumnya. Menjelang Ujian tahunan ini, saya jarang berpapasan dengan orang-orang yang sering membuka perbincangan. Lantai 1 semakin hari kian sepi, dan dari lantai 2 utara ini saya sering mengintip sejenak aktivitas mereka di penghujung kegiatan belajar, dan memandangi sekilas. Ka, saya rindu.

Semua perkenalan ini adalah rasa syukur yang penuh bahagia. Bangga, karena pernah berjuang bersama, berlelah lelah bersama, pernah memiliki visi yang sama. Untaian ini merefleksikan apa-apa yang membekas dan masih terasa hingga saat ini, bukan bersisa, tapi tertinggal.
Jikalau boleh menyebutkan nama...

A'Arfie dengan segala caranya membuat saya semangat, saya teringat, dan belajar banyak dibawah koordinasinya selama 5 bulan. Sapaan khas "Gimana gi rapotnya?" yang mengingatkan untuk terus seimbang.
Teh Iin, teman 95 yang selalu menggemas pipi jika bersua. Menjadi perwakilan DKM membuat saya dekat dengan kakak yang satu ini. Perhatiannya tak pernah luntur sampai saat ini. "jangan lupa makan ya teh Iin" sudah seperti pesan wajib yang harus disampaikan jika bertemu.
A Isun, satu dari milyaran penduduk bumi yang me-label diri saya "rempong kayak Jijon" telah sukses menambah daftar pertanyaan dalam diri saya. Pembawannya tenang dan seneng nakut-nakutin saya "hayo loh gi nanti...." A, tantangan dari koor acara takbir 2011 telah diterima dan dilaksanaka oleh koor acara takbir 2012!
A Dika, Prajurit 1 yang suka ngomong "apa lu" sambil ketawa. Menjadi anak tunggal memang kadang menyenangkan. Kontributif dan humas sejati. Katanya mau jadi arsitek. 
A Ghilan, pribadi inspiratif dan kata-katanya dijadikan quotes dimana mana *yang ini asli*. Menjadi buffer yang sukses dan pemimpin pasukan yang berhasil. Sukses a!
Teh Arin, saksi perjalanan saya dari SMP-SMA. Orang yang harus bertanggung jawab karena menjebloskan saya ke OSIS. Calon dokter hebat. Perasa dan penyayang :)
Teh Tika, yang harus diucapkan banyak terima kasih dari saya. Banyak syukur teh ada "disini". Menjadi obsbang memang luar biasa! Dan saya memang sangat sayang pada kakak yang satu ini.


Anggap saja ini sisi normal dari seorang adik ya, Ka. Selamat berjuang untuk tempat terbaiknya, untuk semua ujiannya. Lingkup dedikasi yang setelah ini jauh lebih lebar dan perbesarannya pun semakin kecil, karena cakupannya pun semakin luas ; untuk Indonesia, setelah 3 tahun belajar memberi untuk "kotak sabun" yang buihnya tak pernah habis.


Sukses Ka! :)



dari yang kaget dapet lembar  "Pendaftaran Calon Peserta Ujian Nasional 2012/2013"
Sejak kapan waktu naik kereta?
Motor beat pun menjadi tidak ada apa-apanya

You May Also Like

2 komentar