Menjadi Obsbang

by - Oktober 24, 2012

H+2 BLDK dan rasanya berbeda...
23 Oktober 2011 tepat selesai BLDK, setahun lalu, saat gue ternyata memutuskan menjadi obsbang.

***

Menjadi obsbang itu rasanya lengkap.

Masa-masa Ca.Obsbang 2011/2012
Dua minggu ini awal yang gak pernah mudah bagi gue. Gue yang awalnya adalah orang yang ala kadarnya, yang seringkali cuek, yang ngalir gitu aja, yang sering memilih berantakan tapi nyaman dari pada rapi tapi susah nyari barang, yang selalu melihat sesuatu dari sudut pandang biasa, ternyata harus berubah. Ternyata gue ga boleh kayak gini terus. Gue ingat bagaimana gue sempet down karena kaget dengan apa yang ada di hadapan gua, bagaimana gue bertengkar dengan diri gue sendiri karena masa transisi itu bener-bener gila dan sekilas gue merasa gue gak akan sanggup, bagaimana gue lagi-lagi merasa mengecewakan orang yang meriksa tugas-tugas gue.
Gue merasa seperti orang desperate yang ga tau mau ngapain lagi.
Sebegitunya kah?
Iya, memang sebegininya perjuangan awal gue untuk menerima semuanya. Semua bagian yang pada akhirnya menjadi kebanggan tersendiri buat gua.

Satelit yang terus mengorbit
Logo Obsbang 2011/2012 itu sendiri merupakan satelit, yang juga merupakan do'a dan semangat gue untuk terus bergerak.
Gue inget bagaimana gue hampir tidak tidur H-1 Stuba karena ngehekter semua LKS untuk peserta
Gue inget bagaimana gue harus seharian di depan laptop dan hp dalam genggaman saat menghadapai SMANSA Day
Gue inget gimana getirnya gue melihat "hujan" di berbagai tenpat yang tak kunjung henti. Sakit rasanya saat melihat langsung tapi lu sendiri ga bisa ngapa-ngapain 
Gue inget bagaimana menghabiskan waktu lama di KFC gara-gara rundown MOPDB secara mendadak ada pergantian dan gue harus nyusun ulang susunan acara display ekskul
Gue inget waktu Pa Bas nelpon jam 7 dan minta gue dateng jam 8 untuk presentasi
Gue inget waktu disuruh ngumpulin ketua ekskul di lab. multimedia secara mendadak dan mau ga mau harus nemu titik temu dari masalah yang ada sebelum gue keluar dari ruangan itu
Gue inget waktu gue dateng I-Cup, V-Cup, djuanda Cup, nonton turnamen basket, untuk mereka yang berharap "ibu" mereka bisa datang menengok
Gue inget waktu gue sering banget bulak balik ke Pakuan malem-malem untuk ngejilid proker
Gue inget bagaimana suasana rakor ketua ekskul yang cair gara-gara gue dikira lagi stand up comedy di depan kelas

Bahkan terlalu banyak yang masih gue inget. Setiap hari berkeliling SMANSA, khususnya lantai 2 yang ikut menyaksikan bagaimana gue menghabiskan waktu istirahat gue. Atau tentang bagaimana gue bangun untuk menghadapi hari yang sering membuat gue ketar-ketir di dalamnya. Gue yang sering keliatan rempong kalau ke sekolah karena bawa laptop,+chargernya dan map obsbang. Semua surat rakor yang gue kasih ke ketua ekskul gue sebut surat cinta dari obsbang (ea getek >_<). Semua jarkom....

Sekilas tampak melelahkan, tapi sebenarnya gue seneng. Gue bener-bener seneng dan menikmati semuanya. Di sana gue belajar mengenal SMANSA dan segala isinya. Di sana gue belajar memahami karakter, membuka pandangan seluas-luasnya, menyediakan telinga selebar-lebarnya. Di sana gue banyak belajar dari apa yang gue lihat, dengar, dan rasakan, dari orang-orang di luar lingkaran OSIS yang sering menjadi tempat pelarian gue untuk mencoba suasana dan hal baru. Dan gue bener-bener merasa diajarkan untuk jadi yang tangguh walaupun banyak ombang-ambing sana sini.

Terima kasih atas semangatnya;
Sofyan Hidayat
Helmy Mubarak
Fathia Fauziah
Nabila Sekar Desanada
Muhammad
M. Dwiyan
M. Luthfi Nur Fakhri
Igfar Cita
Aqila Listya
M. Agung Akrom Fahmi
Syifa Adilla
Mutia Aulia
Frista Caesar Rifa
Farhan Muflih Sitepu
Fauzanullah Rafif
Mirna Rahmadina
Ihsan Danang Rahmatullah
Hafizh Ali Hisyam
Ahmad Hasbi Mubarak
Naudy Germanimo
Christophorus Gian Baskara
Arsya Al Ayubi 
Lintang Suminar
Andi Batari
Ketura Anggina
Gina Levina Dirahma
Talitha Azka
Erizco Satya Wicaksono
dan juga kepada semua perwakilan OSIS atas kesediannya, sekretaris dan bendahara yang tak jarang gue titipkan pesan, terima kasih banyak.

Makasih juga trio ketua yang sudah mengerti situasi gua (hahaha), juga trio sekretaris yang udah mau dateng ke rakor dan nyatet sana sini.

Untuk ayah yang sering menjadi tempat bercerita bahkan nangis sekalipun, Pa Agus Sunarya, terima kasih banyak
Terima kasih juga untuk Pa Basuki, Pa Darwin, Bu Nina, Bu Endang, Pa Setia, atas bimbingannya selama ini

Untuk OSIS Cakrawala atas pengertiannya selama ini

Dan terakhir untuk obsbang-obsbang sebelumnya, mendengar cerita mereka membuat gue bangkit dan memantik semangat gue kembali.
Untuk Teh Cune, terima kasih sudah membagi cerita obsbang di masanya dan memberikan solusinya
Untuk A Ipin, terima kasih cerita serunya dan pertemuannya dari Lia sampai Dapur Geulis
Untuk Teh Tatan yang sudah memberikan solusi saat akan memutuskan jumlah obsbang yang selanjutnya
Untuk A Ifan, orang yang akhirnya bisa ketemu langsung dan ngobrol tatap muka, makasih untuk ceritanya dan saran-sarannya untuk penerusnya yang (Insya Allah) lebih baik
Untuk Teh Tika yang udah bener-bener gue anggap seperti kakak sendiri

Untuk Obsbang 12/13 ; Ala dan Nabil
yang telah membuat gue bangga punya kalian dan tenang untuk tidak ada di ranah itu lagi :)

Beribu terima kasih untuk orang-orang yang sudah mengisi masa-masa setahun ini sampai akhirnya gue bisa seperti ini.

***

Menjadi obsbang adalah salah satu bentuk rasa syukur, karena menjadi obsbang adalah salah satu pencapaian terbaik bagi diri gue sendiri :)

You May Also Like

5 komentar