Kabar Sepekan

by - November 10, 2012

"Anak SMANSA itu harus kuat" -Bu Lelly, Guru Bahasa Indonesia-
.
.
.
Ya, it's been a long time gue gak nulis disini. Post hari ini dibuka dengan potongan perkatataan dari seorang guru yang seolah-olah seperti membangunkan gue dengan definisi "kuat" yang harus dimiliki oleh anak SMANSA.
Sejak gue jadi sipil, everything seems different. Gak semuanya sih, tapi mostly, gue benar-benar merasakan hal itu. Mulai dari orang-orang yang gue temui, tempat yang menjadi wadah gue untuk gue habiskan dalam waktu yang lama, kegiatan gue, waktu istirahat gue, semuanya beda. Tapi ditengah segala perbedaan yang tampak setelah jadi sipil, bukan berrati gue gak punya kegiatan. Ya, bukan berarti.

Being a last year student in SHS beda banget rasanya. Kalau ditanya lebih sibuk kelas 11 atau kelas 12, gue akan bilang kelas 11, tapi di kelas 12 ini rasanya beda. Rasanya ada tuntutan yang terus menghantui lu sampai lu menemukan 'tempat terbaik' yang akan mejadi tempat singgah lu berikutnya. Dalam 2 minggu terakhir, setiap hari selalu ada ujian, jenis tugas-tugasnya pun tidak bisa diselesaikan hanya dalam waktu 1-2 jam. Pameran pendidikan, presentasi dari berbagai universitas, sudah jadi makanan setiap minggu. Disisi lain gue semakin merasakan bahwa seakan-akan detik berjalan lebih cepat dari biasanya, seperti gue yang sekarang sudah punya KTP, gue yang (mungkin) bukan anak kecil lagi. Orientasi pikiran gue seperti siap untuk memberi dalam yang skala lebih besar, ya :  INDONESIA. Semuanya datang begitu saja. Terlebih gue ingin sekali menghabiskan waktu muda gue untuk memperbaiki dengan kedua tangan yang gue punya.

Sampai saat ini, gue punya 2 keinginan mengenai apa yang ingin gue lakukan nantinya :
1. Gue pengen gabung sama komunitas peduli ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS). Keinginan ini sejujurnya sudh gue miliki sejak kelas 9 SMP untuk bisa berbagi, menyemangati para ODHA. DAN tentu saja mengubah pandangan orang-orang tentang ODHA dan bagaimana seharusnya kita bersikap kepada para ODHA
2. Gue pengen membangun Indonesia! Membangun dalam artian sebenarnya. Mungkin semacam infrastruktur dan sistem dalam perencanaan kota. Karena buat gue, membangun kota --> membangun kebiasaan --> membangun peradaban. Gue merasakan, sedikit banyak pengaruh dari karakter penduduk bisa diliat dari penataan kotanya

Yang pasti, sepekan ini benar-benar campur aduk. Semuanya.

 ***
Gue kehilangan (lagi)
Ya, lagi-lagi kehilangan HP disaat pembukaan SPL Meriam Baja. Di hari pertama Bulan November. Lagi-lagi gue tidak mempunyai rekaman jejak perjuangan setahun ke belakang yang sudah gue simpan disana. sesedih merasakan bahwa sebegitu cerobohnya gue dan anehnya keadaan akhir-akhir ini.


***

Hasil psikotes yang berhasil mengalihkan pr fisika.
Yak! Jadi hasil psikotes yang berisi tentang arahan jurusan dan pekerjaan sudah keluar. Katanya, gue cocoknya di pekerjaan :
1. Teknik Sipil
2. Teknik Lingkungan
3. Psikologi (?)
Ternyata gue ada (sedikit) bakat IPS. Ya, cukuplah setidaknya untuk jadi bahan evaluasi dan memberi cermin kepada gue bagaimana gue yang sebenarnya.
Fyi, kemampuan dasar teknik gue 8 dari 20. Dan Kemampuan verbal gue 19 dari 20.
Pura-pura gak liat kayaknya untuk bagian yang itu.


***

Ulangan dan tugas.
Berasa neverending banget. Udah November lagi aja. Bahan ajar, website, kartul, laporan KI.
Ya gue juga sadar kok, kuliah bakal lebih dari ini. MANGAAAATTT!!!


***

Sipil bukan berarti tak ada kegiatan.
Seperti yang sudah gue utarakan sebelumnya. Kelas 12 gue bukan hanya diisi oleh pelajaran. Dan sejujurnya, sepusing apapun itu, gue menikmati. Karena ternyata gue ga bisa terus menerus dalam keadaan 100% hanya belajar, dan jatohnya gue malah gampang jenuh.
Arsya, ketua angkatan gue ternyata telah memberikan salah satu origaminya kepada gue. Seseneng itu loh sya gue dapetnya. Amanah yang bakalan kita jalankan bersama-sama :)



Satu lagi, gue sedang mengupayakan suatu acara. Sejauh ini, masih ditahap penjajakan. Yaa seputar birokrasi sekolah, mengumpulkan informasi, bulak balik pembina.
"Pokoknya harus ada acara itu ya. Biar berkah buat kitanya juga" -Arsya Al Ayubi-
Dan satu lagi gue seperti mempunyai kawanan kecil yang bikin gue loncat-loncat kalau sedang menyaksikan bola bunder itu.


***

WHWP.
Memang bukan nama yang familiar, tapi gue sendiri sangat senang dengan nama itu.
"With Heart We Play" Dari penyusunan tim ini pun bukan semata-mata ngumpulin orang-orang yang jago main bola, tapi berlandaskan persahabatan #eeaaa


and here we are...

Kurang Gembong, Rangga dan Yuan

yang sudah menjadi penghibur di tengah jenuhnya kelas 12. 

You May Also Like

2 komentar