2012

by - Desember 28, 2012

Gue berusaha sedikit mengulas balik setahun ke belakang, dan ternyata rasanya masih sama, persis, tak ada yang tertinggal atau tercecer.

Yang ada di Januari
Bulan adaptasi di dunia gue yang baru dan mempersiapkan segala sesuatunya setelah sebelumnya tutup buku. Satu hal yang paling gue inget adalah momen oase di tengah malam, 

Cara paling prmitif untuk mengerti perasaan seseorang yaitu dengan berbicara. Maka bicaralah" -Sekretaris 1 DKM Ar Rahmah 11/12
Yang masih membekas di Februari
Stuba ke Surabaya, dan puncaknya adalah Yogyakarta. Enam tahun bukan waktu yang sedikit sampai akhirnya gue dan Debby bisa move on dari setiap detail peristiwa disana. Memang ya, cara kenangan membekas itu ga ada matinya.

Yang masih diingat di Maret
Bulan ketahanan gue diuji. Sedikit-sedikit belajar dari yang namanya prioritas bertubrukan. Sedikit-banyak melihat "hujan" yang turun disana-sini dan jujur sakit melihatnya karena ga bisa berbuat banyak

Yang terjadi dari April-Mei
Semesta tau masa-masa ini disibukkan dengan SMANSA Day dengan guest star Soulvibe. Disini gue belajar dari temen-temen di Terminal Hujan, dan seketika ingat kalau sudah setengah jalan berjuang. Dan semuanya tak kalah bahagia dari mendengar kabar kakak-kakak yang telah mendapatkan tempat terbaiknya. Rasanya pengen ikut teriak.

Yang bersisa dari Juni-Juli
Tak lain tak bukan adalah ngejar pelajaran karena fisik nge-drop dan setiap hari masuk UKS 3x berturut-turut. Dan juga SMANSA-Day-Sick. Mengingat pas smansa day bisa chat dari 2-10 orang di ym. Emang ga habis pikir kalau diinget-inget. Emang segitunya ya?

Yang masih dikenang Agustus-September-Oktober
Mempersiapkan regenerasi dan Pacific pada saat yang bersamaan sukses membuat orang-orang harus bisa menembus batas tanpa harus mengesampingkan mimpi.

".....Kata orang sih mimpilah setinggi-tingginya, Reg. Makin susah dikejar, makin tinggi nilai 'keberhasilannya', meski bukan 'berhasil' secara harfiah sekalipun. We'll fight, we'll win! Ditunggu di Depok ya :)"
 -yang menyambut hari pertama CCCK di buku hitam-
BLDK dan BKUI ikut mewarnai bulan-bulan ini. Kepuasan ikut mengganda setelah gue menuliskan post "Menjadi Obsbang" dengan sejujur-jujurnya. Walaupun ada kejadian yang masih membuat nyesek : kehilangan alat komunikasi di kelas waktu pembukaan SPL.

Yang terekam di November-Desember
Tiga kata yang menggambarkan : SPL, Oase, dan Buku Tahunan. Gue juga punya rumah ketiga : NF beserta semu penghuninya. Rindu suasananya...

***

Gue benar-benar ingin berterima kasih untuk rumah teratai 5; Ayah yang sudah memberikan kebebasan kepada anaknya untuk memilih apapun yang sudah menjadi pilihan anaknya. Mama yang mengajarkan arti kuat yang sebenarnya. Kakak yang selalu menjadi kebanggan adiknya. Dan adik yang sedikit banyak telah membantu kakak perempuannya.

Gue juga punya
teman-teman OSIS, wahai kalian bentangan cakrawala, terima kasih untuk semua perjuangannya. Untuk selalu mengajarkan selalu ada 'win' yang indah setelah bersusah-susah 'fight'

Orang-orang yang selalu menunjukan bahwa persahabatan itu memang benar adanya, untuk
Tama dan Tika, yang sudah menjadi sebaik-baiknya pendengar. Untuk menjadi orang yang tak pernah pergi bahkan sampai saat ini, bukan semenjak 3 tahun yang lalu, tapi selama 6 tahun ini.

Debby dan Melda, atas segala kesediannya menjadi teman berbagi. Untuk tetap menjadi yang terbaik dalam bentuk apapun itu.

Gue juga punya Arsya, ketua angkatan gue yang benar-benar peduli dan menunjukan kesediannya sebagai orang yang bertanggung jawab atas angkatannya. Untuk jadi orang yang juga menemani bersibuk-sibuk ria untuk Oase, Buku Tahunan, juga SPL dalam lingkaran dewan harian angkatan. Yang membuat gue bangga mendapatkan origami burung berisi permohonan untuk membantunya dalam lingkaran angkatan.

Gue juga punya mereka;
Ikbal, Akum, Daffa, Nabiel, Randhy, dan Panjul. Yang bukan hanya teman berjuang di rumah biru, tapi teman bertukar pikiran dari perspektif mereka sebagai yang-katanya-ciptaanNya-yang-lebih-mengedepankan-logika-dibanding-hatinya, teman bercerita, teman-teman yang selalu bisa membuat gue tertawa di sela-sela hari.

Dan ini mereka yang suka menuhin ruang samping NF ; Agus, Bebe, Gicha, Juli, dan teman-teman yang sudah gue sebutkan sebelumnya. Yang sudah membuktikan bahwa perjuangan yang dilakukan bersama-sama itu memang manis.
 
Ada Puput, orang yang pertama kali gue sampaikan tentang isi hati, ada juga Une yang setia setiap malam di ym. Juga Qorib, pak ketua yang menjalankan amanahnya bukan karena gue yang meminta, tapi juga atas dasar visi dan hatinya yang ikut tergerak.


Gak hanya itu, mereka yang membuat gue seolah-olah kuat untuk menghadapi semuanya, Teh Arin yang sampai saat ini selalu bisa menjadi seorang penenang, A Ghilan yang selalu bisa menjadi teman berdiskusi yang menyenangkan, Teh Tika, A Dika, A Arfie, A Yogo, Teh Ndu. Orang-orang yang berhasil meyakinkan gue kalau sejak dahulu pun sudah ada orang yang merasakan dan berada di posisi yang sama.

Gue juga dapet kesempatan ngobrol entah sedikit atau panjang, baik tatap muka ataupun dalam dunia maya, dengan orang-orang ini ; Teh Cune, Teh Tatan, A Ryan untuk diskusinya seputar dunia obsbang. A Murai, Teh Tuti, dan A Aufa pada masa-masa regenerasi. A Fahmi, yang jejaknya dirasakan oleh adik-adiknya.  

Juga untuk
Ala dan Nabil, dua adik yang saat ini berjuang di tempat gue dahulu.

Untuk Bucat, yang selalu gue kangenin.  

Untuk siapapun kalian di luar sana

 ***

Gue menulis post ini tepat setelah membaca ulang buku Manusia Setengah Salmon karya Raditya Dika.
"Sejatinya, hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya"
Dan tepat pula rasanya memaknai perpindahan yang ternyata sedang gue hadapi. Betapa perpindahan itu telah menyisakan banyak kenangan, yang katanya kenangan adalah salah satu kesempatan bagi manusia untuk berbahagia kedua kalinya. Betapa perpindahan itu merekam jejak yang selalu ingin diabadikan setiap waktunya. Betapa perpindahan itu terkadang dipaksa, ataupun direlakan, baik seadanya maupun segalanya.

Tahun lalu gue bercerita tentang tahun transisi yang ga pernah mudah buat gue, yang menuntut gue untuk bertransformasi secepat mungkin, untuk jadi orang yang kuat sebelum menguatkan. Untuk jadi pribadi yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.

...dan ternyata efeknya terasa di tahun ini. 

Semua perpindahan ini membawa pada ruang yang berbeda. Gue seperti ingin sekali memasukannya kepada Lifetime Achievement gue sendiri. Setahun ini benar-benar terlalu luar biasa untuk gue. Mungkin sejauh ini, petikan pelajaran yang biasa gue ambil terbanyak ada di tahun ini.

Menjadi
obsbang adalah hal yang selalu gue syukuri. Gue juga mendapat kesempatan menjadi koor. Baksos dan Lomba di Pacific yang bisa gue kenang terlebih melihat wajah-wajah saat pengobatan masal atau pun saat kunjungan ke panti asuhan. Bukan hanya itu, gue dapet kesempatan mendidik pada masa regenerasi yang ternyata efeknya dua arah, perasaan rasa sayang terhadap "rumah" dan adik-adiknya sendiri. Kesempatan untuk bersua dengan orang-orang lintas generasi yang terlampau luar biasa untuk gue. SMANSA Day, ngonsep MOPDB, berlama-lama di Cafe Melayu untuk bikin simulasi, sampai kemarin survey tempat untuk OASE yang mengisi waktu liburan gue saat ini.

Pindah sana-pindah sini, pindah menjadi obsbang, pindah menjadi orang sipil, pindah lantai, pindah hati, sampai pindah dari orang yang pernah gue percayakan dulunya.

Apapun gue saat ini, yang gue perjuangkan untuk SPL, Angkatan, Oase, dan yang selalu menjadi bayang-bayang gue setiap hari ; bumi makara, gue ternyata masih dapat kesempatan untuk diajarkan agar menjadi orang yang seimbang. Jadi orang yang berharap bisa membuktikan bahwa arti surat Muhammad ayat 7 itu benar-benar nyata. Untuk tetap menjadi dinamis di lingkungan yang tak kalah dinamis.

Gue, ingin sekali mengulang sejarah 3 tahun lalu, perjuangan tiga tahun lalu saat gue berusaha masuk SMANSA. Jatuh bangunnya, atmosfernya, suasana dan lingkungannya. Gue ingin sekali 2013 gue seperti 2010 seperti yang sudah gue tulis pada post yang ini :
Tahun Mimpi yang sama-sama di semester 5nya pun gue disibukkan dengan bertanggung jawab atas pagelaran kelas gue sendiri. Gue benar-benar ingin mengulang ending yang indah di SMANSA. Karena gue selalu percaya

"Ganjaranmu tergantung kadar lelahmu" (HR Muslim)
Satu hal lagi gue ga boleh krisis kepercayaan, apalagi terhadap janji-Nya.


***

Tuhan, hari ini adalah halaman ke 366 dari 366.
Harapku tak lebih dari coretan yang aku tinggalkan tak pernah sia-sia, dan pintaku sesederhana agar selalu menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. 

Wahai bulan purnama, aku tinggalkan jejakku disini, tidak dalam sepenggal kata, agar aku bisa mengenangnya kapanpun aku butuh dan aku ingin.

Tuhan, semoga dengan aku mengucap hamdalah di pennghujung tahun ini, aku turut bersyukur atas semuanya

Alhamdulillah
 "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

You May Also Like

1 komentar