by - Januari 31, 2013

Ada yang ingin saya ceritakan di awal tahun ini, sebelum akhirnya saya harus siap menyapa Februari...
.
.
.



after final match

WHWP, mungkin tim yang satu ini harus bersyukur karena SPL MB kali ini bermain dengan full-season yang artinya setiap tim satu sama lainnya akan bertanding 2 kali.
Setelah season 1 selesai, WHWP ada di peringkat ke 5 dari 7 tim yang ikut SPL, yang berarti kalau cuma half-season, WHWP gak akan masuk semifinal karena cuma 4 tim yang diambil.
Saya masih ingat, bagaimana perbedaan signifikan antara season 1 dan 2. Bagaimana satu sama lainnya terus menyemangati dan mengingatkan agar bermain sebagai sebuah "team".
Bagaimana saya kelimpungan karena saat final adalah H-2 Oase dengan berbagai persiapan yang padat. Tapi, terima kasih banyak ya untuk tiga bulannya ;
Arsya Ajay Timo Totan Rangga Gembong Cetus Gilang Nabiel Samuel Najmi Razeb Haekal . Kapten Tepu, dan official super ; Debby, Syifa, Yuan Betari, Desna
Dan juga Randhy yang ditransfer dari RGB dan udah sama-sama berjuang di final.
Makasih udah jadi objek refreshing selama 3 bulan, bikin suara makin serak, bikin tetap mau nonton walaupun hujan Bogor sulit dihadang.
Makasih juga sudah memilih warna kuning untuk jadi jersey kita,
salah satu kuning saya sudah terbang tinggi kali ini...

***

Dari sekian kepanitiaan yang saya sudah alami, ada salah satu kepanitiaan yang paling punya feel berbeda. Mereka, pejuang OASE 2013, mereka yang hampir berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai ekskul dan organisasi, dari berbagai teman sepermainan ternyata rela membagi konsenterasinya untuk sedikit menitip jejak kebaikan sebelum akhirnya meninggalkan si kotak sabun itu.  
Terima kasih Meriam Baja, untuk segala semangatnya, segala bantuan morilnya, untuk sama-sama berjuang menyambung sebuah perjuangan yang manis. Yang hasilnya bisa dinikmati semua orang.


Akhir dari kegiatan beruntun saya di smansa ditutup dengan oase, bersama mereka, dengan membawa penuh sebongkah harapan yang benar-benar ingin diwujudkan menjadi nyata, bukan hanya angan semata.
"Wahai Tuhan Semesta Alam, perkenankanlah doa-doa kami, sebagaimana Engkau menerima doa para Rasul"

***

Ini adalah masa-masa transisi sebelum mendapat gelar "maha" pada "siswa". Sedikit saya ingi bercerita, mengulang bagaimana menyusun serpihan mimpi saya.
Dulu saya punya keinginan untuk masuk teknik geofisika ITB yang ada di FTTM karena pada saat itu saya senang mempelajari bumi dan fisika. Kemudian beralih menjadi FTI ITB untuk mengejar Teknik Industri karena juga mempelajari tentang manajemen. Ternyata tidak berhenti disana, saya malah jadi ingin masuk TI-UI, sempat juga ingin arsitektur, teknik sipil-UI, Planologi UGM, dan Teknik Lingkungan-UI. 

Saya belajar banyak dari memilih. Dua yang saya tanamkan untuk TI atau TL bumi makara. Bumi tumbuhnya orang-orang luar biasa. Bumi untuk bibit-bibit terbaik bangsa
Saya berkeinginan untuk ikut dalam suatu komunitas yang bergerak dalam bidang lingkungan, yang sama2 memikirkan inovasi dan gebrakan baru untuk segala permasalahan yang ada, untuk segala ketidaksempurnaan yang justru bisa menjadi ladang untuk kita berkarya sekreatif mungkin.
Selain itu, menghadiri suatu pertemuan Internasional di salah satu negara di Eropa yang merupakan berisi delegasi-delegasi dari setiap negara untuk sama-sama memecahkan masalah global juga menjadi mimpi saya.

Ah, namanya juga mimpi. Segalanya bisa jadi indah, toh?
.
.
.
.
.
Saya berharap ada yang meng-amin-kan mimpi saya.
Bukankah kita tidak pernah tahu, dari mulut siapakah doa-doa itu akan dikabulkan? Bisa jadi saya, atau siapa pun di luar sana,

You May Also Like

1 komentar