Pada Hujan

by - Januari 15, 2013

Saya benar-benar menitip banyak pada hujan. Sedikit demi sedikit saya mencoba menyicil pada hujan yang terus menerus mengguyur Bogor, entah doa yang sama, atau pinta yang berbeda. Saya mencoba memanfaatkan cara-Nya membuka pintu doa untuk mendengar semua ucap hamba-Nya.

Tapi doa kali ini berbeda lagi, Tuhan.
Saya tak tahu untuk keberapa kalinya saya membanting stir mau dikemanakan langkah ini selanjutnya. Tadi saya memilih dengan menyebut nama-Mu, wahai Penguasa Alam.

Mengenai 5 semester ini, kesimpulan dari saya : baik-baik saja. Walaupun sebenarnya semua gak selalu mulus, lancar, atapun menunjukan grafik yang naik. Semuanya fluktuatif. Tapi saya benar-benar merasa cukup untuk semuanya. Untuk semua "tamparan" yang bertubi-tubi datang kepada saya untuk jadi yang seimbang. Saya bilang, saya berhasil membuat sekitar menganggap saya baik-baik saja. Walaupun sebenarnya, saya tidak cukup berhasil untuk menjadi yang seimbang. Sejauh ini.

Dengan semua itu, saya mencoba mengantar diri saya kepada (Bismillahirrahmanirrahim)..
Teknik Lingkungan.
Untuk SBMPTN, untuk SIMAK.
Oleh semua ikhtiar saya, sampai nanti.

Ah, saya benar-benar rindu menjadi maksimal. Rindu melewati batas. Rindu menjadi orang yang melawan malam. Rindu untuk jadi tahan banting. Sebagian naluri saya berasa hilang begitu saja, mengalir bersama hujan yang turun seharian. Dan sampai detik ini saya belum memulai mengejar, karena masih banyak yang harus berjalan. Sesulit ini mencari rem untuk menghentikan hal-hal yang memang sudah seharusnya dihentikan pada waktunya. Saya tidak se-hebat itu untuk menjalani banyak hal pada saat yang bersamaan. Bukan hanya fisik, ternyata, parahnya, mental saya ikut melonggar. Dan itulah yang membuat saya (masih) menanti akhir Januari.

 
Oh ya, saya menemukan kalimat menarik di blog Teh Tatan

"Mendapatkan apa yang kita inginkan gak selalu soal keberhasilan kita seorang karena kehebatan kita. Tapi mungkin itu yang namanya dharma. Jadi berbuat aja sebaik kita bisa di tiap harinya. Tuhan itu adil. Pada saatnya, dharma itu akan bekerja sendiri. Buat kita :)"
Memang sangat banyak yang harus saya kejar. Tapi bersyukurlah saya, saya tak pernah mematikan harapan. Kali ini, semua-muanya harus digandakan.

***

Hai hujan,
dia datang lagi.
Beruntungnya, sebagai sosok yang berbeda.
:)

You May Also Like

0 komentar