Mengambil Makna

by - Maret 05, 2013

Semenjak kelas 12, gue makin jarang nonton tv. So, hiburan gue untuk menonton kalau ga download film ya nonton di youtube. Dari tontonan youtube itu, gue suka banget sama dua tayangan yang ada di Kompas TV, Indonesia Harus Bercanda, dan Malam Minggu Miko.

Walaupun gue ga pernah nonton langsung di tv, tapi gue selalu ngikutin episode terbaru dari Malam Minggu Miko, dan setelah gue liat timeline twitter, ternyata hari ini baru aja di-upload episode "Malam Terakhir Miko". Ceritanya memang dikemas untuk sebuah akhir, untuk sebuah penutupan, dan Raditya Dika lagi-lagi berhasil membuat ending yang sederhana namun tetap bermakna.
Di bagian akhir episode ini, Miko (Raditya Dika) menyimpulkan apa aja yang sudah dia temukan di setiap malam minggu yang ada,

"Malam minggu gue gagal lagi, tapi jujur selama malam minggu-malam minggu ini gue belajar banyak. Gue belajar bahwa terkadang selain harus mendengar perkataan orang lain, kita juga harus tahu apa yang sebenarnya kita butuh. Dan terkadang, kita tidak sehebat yang kita pikir. Dan itu gak apa-apa.
Gue juga belajar, kita tidak harus tau orang lain butuh kita atau tidak, tapi yang penting kita ada untuk mereka. Dan selama malam minggu-malam minggu ini, gue belajar kalau gue gak boleh berhenti berharap. Gue yakin suatu saat nanti, pasti ada orang yang terbaik, buat gue"
Bagian yang dicetak tebal adalah bagian yang paling gue suka. Tentang menjadi yang ada bukan karena semata-mata diminta, tapi menjadi yang ada sebagaimana kita memang seharusnya ada. Karena ternyata, menjadi penting rupanya bukan hal yang penting, tapi berusaha yang terbaik di segala hal adalah utamanya.

Dan semuanya menjadi sangat tepat ketika saya memang tidak bosan untuk membaca ulang buku "Manusia Setengah Salmon", terutama di bagian terakhir, ketika penulis mampu dengan cerdas menganalogikan kehidupan dan perpindahan : Hidup itu berisi perpindahan-perpindahan, dan kita hidup diantaranya.
 "Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon : berani pindah"
Perihal perpindahan ternyata tidak sedangkal yang kita pikirkan. Segala persiapan, perbekalan, dan kemungkinannya harus matang-matang dipikirkan. Persis bagaimana gue saat ini : bersiap-siap pindah, untuk jenjang yang selanjutnya. Bersiap-siap pindah untuk perpindahan yang baru; untuk lingkungan, atmosfer, dan semua yang serba baru.

***

Saya bosan menghitung tanggal kalau ternyata tak membuat saya semakin takut akan gagal, akan menyesal. Saya juga bosan menulis tentang hal ini terus menerus di penghujung masa SMA. Satu tugas saya yang utama, yang merangkum semuanya : menutup masa SMA ini dengan sebaik mungkin, dengan sebaik yang saya bisa upayakan sepenuhnya.


***

Setiap sungai pasti selalu mempunyai hilir, sebagaimana cerita yang selalu mempunyai akhir...

You May Also Like

1 komentar