Ujian Nasional?

by - April 01, 2013

Mau sedikit berbagi di hari pertama April.
Akan banyak hal yang berbeda untuk Ujian Nasional Tahun ini, terutama sistem dan mekanisme yang akan diterapkan untuk angkatan 2012/2013 di seluruh Indonesia.

20 Paket
Kabar yang saya dengar baru-baru ini mengabarkan kalau pemerintah telah menyediakan 20 paket dan 10 paket cadangan untuk setiap mata pelajaran, yang artinya setiap anak akan mendapat paket yang berbeda dikarenakan jumlah siswa/i peserta UN untuk setiap kelas berjumlah 20 orang. Selain itu, kita juga tidak pernah tahu paket apa yang akan kita dapatkan, so, itu tergantung gimana pengawas ngebagiinnya aja.
Apakah ini masalah?
Jelas tidak untuk mereka yang berniat mengerjakannya dengan kemampuan sendiri. Mereka yang menyadari bahwa tindakan kejujuran adalah perihal jangka panjang dalam membentuk karakter seorang individu yang bermartabat.

Penggunaan barcode
Memangnya barcode untuk apa sih?
Jadi begini, pada ujian-ujian sebelumnya, setiap soal memiliki kode soal tertentu yang kemudian akan kita tuliskan di LJK kita. Namun kali ini tidak. LJUN dan soal merupakan suatu kesatuan, So, kita ga perlu menulis ulang kode soalnya karena tiap-tiap soal sudah memiliki pasangan LJUN-nya sendiri. Nah, yang harus diwaspadai adalah dalam memperlakukan LJUN itu sendiri. Maksudnya, peserta harus sangat berhati-hati, guna menghindari kotor, lecek, apalagi basah pada LJUN. Karena, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, peserta wajib mengganti LJUN berikut dengan soalnya. Ya, jadi mengulang dari awal. Penggunaan barcode ini juga membuat kita tidak tahu satu sama lainnya kode soal dari 1-20 yang akan kita gunakan.

Pengawasan yang ditingkatkan
Dalam hal ini, berita yang saya dapatkan adalah pengawasan dari para pengwas akan ditingkatkan, jadi jika terjadi kecurangan peserta dalam UN, pengawas tidak segan-segan memberikan sanksi terhadap peserta yang berbuat curang.

Praduga :
Kalau lah segala mekanisme ini dibuat demi menurunkan tingkat kecurangan UN, maka benar bahwasanya bawang dan jujur sedang dalam nasib yang sama.

Sama-sama mahal harganya.

You May Also Like

0 komentar