Sebuah Penundaan

by - Juni 04, 2013

Minggu lalu merupakan hari yang menjadi harapan bagi banyak orang. Tidak terkecuali saya. Sampai akhirnya saya tertampar habis-habisan dan berkaca kepada diri saya sendiri bahwa saya belum total untuk menjalani serangkaian intensif SBMPTN. Tapi beruntunglah saya memiliki mereka untuk tetap ada di sisi, tetap ada menemani, tetap ada untuk saya dengan tangan sebuah doa



 

Kau tahu? Bagi saya, ini semua mahal harganya. Kesempatan untuk harus bisa bangkit secepat mungkin, untuk membuka mata kembali, untuk bertekad lebih kuat dari sebelumnya, adalah hal-hal yang harus saya aplikasikan sepersekian detik setelah membaca pengumuman. Masa-masa dimana kita memang hanya bisa berupaya, dan Allah adalah eksekutor terbaik yang pernah ada. Adalah kita, yang haus petunjuk-Nya dan merendahkan diri seutuhnya hanya dihadapan-Nya. Hanya dalam kesempitan ini, saya merasakan kedekatan-Nya untuk membantu saya berdiri kemudian berlari.

Rabbi, yang saya tahu bermimpi itu indah. Bermimpi menjadikan manusia untuk senantiasa menjadi lebih baik dan menyadari segala detil-sebab-akibat adalah kuasa-Mu. Perkenankanlah hamba Ya Rabb untuk mencicipi hasil perjuangan manis ini, dan perjuangan mereka yang menahan lelahnya hari demi hari.

Bismillahirrahmanirrahim...
 

You May Also Like

0 komentar