Pekan Berharga #1 : Malam Keakraban

by - Desember 01, 2013

Gue ga tau sebetulnya harus cerita dari mana, tapi yang pasti ketika memasuki hari-hari setelah UTS suasananya berubah. Bahkan gue sendiri ga nyangka kalau gue bisa melewati dinamikanya bareng temen-temen gue. Terlepas dari prosesnya yang bikin gue dan temen-temen gue ngerasa 'berdarah-darah' setiap menghitung mundur hari dan bikin saling menguatkan satu sama lainnya, honestly gue bener-bener belajar banyak dari perkataan orang-orang, dari sikap, dari kondisi yang udah gue hadapi.

Baru kali ini, gue banyak bertemu orang-orang yang mengedepankan proses daripada teknis di hari H. Orang-orang yang bilang "proses itu penting" dan bener-bener mengaplikasikan di setiap harinya. Dan juga untuk proses yang ternyata ketika lu break down apa-apa aja yang harus lu jalani, lu sadar ada banyak banget hal sampai lu gak sanggup untuk lu pegang sendiri atau pun segelintir orang, perlu kepedulian dari banyak orang, dan mereka adalah temen-temen seangkatan lu sendiri. Mungkin peran gue kemarin sebagai BPH memberikan jalan untuk gue mengerti sedetail-detailnya. Gue bukan hanya dapat tiga tujuan makrab, tapi ternyata dibalik itu semua ada banyak pembelajaran yang bisa diambil dari setiap kesalahan, perencanaan, dan evaluasi yang keluar dari ucapan sekeliling gue.

Untuk A Gebe, kakak yang ternyata se-SMP dan SMA tapi baru kenal akrab di kuliah sekaligus orang nomor 1 di departemen yang selalu bisa menjadi tempat cerita tanpa harus ditutup-tutupi, kakak yang selalu membantu gue menganalisis keadaan dan memberi arahan bagaimana langkah selanjutnya. Makasih selalu ngingetin untuk jangan lelah dan selalu menanyakan kabar.

Untuk Marsha, Rully, Indra yang selalu mem-bully gue, makasih ide gila waktu kita brainstorming bareng. Makasih untuk pelajaran bagaimana cara membuat suatu perancanaan yang baik dan sistematis. Makasih sudah mengajarkan apa itu tanggap dan merasa, dan hal-hal makasih lainnya yang ga bisa gue sebutin satu-satu.

Last, untuk teman seangkatan yang dengan keberagamannya gue bisa belajar banyak hal dari kalian. Terlalu banyak hal yang gue rasain dan gue cuma mau bilang makasih banyak.

Ada yang membuatnya seberharga itu karena ga sedikit pembelajaran baru yang gue hadapi. Pembelajaran yang menuntut gue dewasa dan berpikir “ini bukan smansa yang homogen dengan orang-orang yang sudah gue kenal dekat.” Pada akhirnya gue harus men-challenge diri gue untuk kondisi yang jauh berbeda dengan ketika gue di SMA, dengan kultur baru yang sebenarnya ga semuanya benar-benar bisa gue terima, dan sikap gue yang pernah kesel karena kebingungan yang belum gue dapatkan jawabannya.

Dan jawabannya memang hanya bisa didapat ketika gue sudah menjalankan serangkaian prosesnya, dengan ikhlas, dengan bertanya hal baru apa saja yang gue dapatkan di hari ini.

You May Also Like

1 komentar