Lagi-Lagi

by - Juli 08, 2014

"Apa lagi yang membuat hati berdesir selain pertemuan yang tak di sengaja?" - unknown

Kegiatan welcoming maba kemarin akhirnya mengantarkan gue untuk bertemu teman-teman seperjuangan gue yang tahun lalu juga sama-sama berjuang masuk UI. Kita semua dipertemukan di balairung, tepatnya saat mahasiswa baru yang diterima melalui jalur undangan melakukan registrasi. Gue bertemu mereka secara tidak sengaja sewaktu mereka sedang bertugas untuk menyambut dan menyampaikan informasi ke maba, sedangkan gue datang ke balairung untuk berjualan, memanfaatkan momen di mana ribuan orang sedang berkumpul di sana.  

Gue dan mereka memang punya almamater yang sama, tapi untuk bisa ketemu dengan mereka ga gampang ternyata.  Udah beda kesibukan, beda kegiatan, beda lingkaran, kalau pun mau janjian belum tentu bisa cocok waktunya. Tapi mungkin memang harus kayak gini, mungkin memang harus diberi jarak. Sampai akhirnya kita menyadari bahwa pertemuan kita mahal harganya, bahwa rasa rindu kalau terwujud akan sebahagia ini hasilnya.



Dari kiri ke kanan: Puput, Bebe, Gue, Fikri, Debby
Sebetulnya gue masih banyak ketemu temen-temen MB (Meriam Baja) yang lain, ada Gicha, Indira, Qorib, sama Helmy. Tapi dikarenakan mereka masih bertugas, mereka belum bisa gabung barung gue dan yang lainnya.

Di pertemuan ini akhirnya kita semua bercerita tentang kabar mereka dan teman-teman yang lainnya. Memasuki tingkat II, berlapis kegiatan sedang mereka ikuti. Ada yang jadi kabid acara Ramadhan terbesar di UI, ketua angkatan di unitnya, ada juga yang lagi sibuk sama BEMnya. Mendengar itu semua, gue bisa merasakan akselerasi yang begitu cepat. Ga seidkit temen-temen gue yang ketika di SMA ga ikut apa-apa, tapi jadi orang besar ketika di kuliah.

Cerita ini masih berlanjut dengan sahabat gue sejak SMP, Debby. Ketika gue panjang lebar bercerita, ternyata lingkaran pertemanan gue bergitu sempit ketika di SMP dan SMA. Orang-orang terdekat gue di SMP hampir semuanya masuk SMA yang sama, menghabiskan waktu bersama di organisasi atau kelas yang sama, dan sebagian dari mereka masuk kuliah yang sama. Mungkin tambahan pertemana gue dari SMP ke SMA tidak bertambah drastis, tapi itulah yang membuat hubungan personal gue dan teman-teman gue bergitu baik. Sampai saat ini, kegiatan buka bersama rutin dilaksanan oleh teman-teman RSBI yang udah dilaksanain dari kita lulus SMP. Karena gue dan Debby sadar kita udah jarang ngobrol bareng, akhirnya gue menceritakan apa pun. Salah satunya tentang gimana teman-teman barunya.

"Ya, emang beda banget Gi antara sekolah dan kuliah. Temen-temennya juga beda banget. Senengnya juga beda, tapi gue tetep seneng-senang aja kok"

 "Iya Deb. Emang ga bisa di samain ternyata. Rasa senengnya punya tempat masing-masing yang ga bisa di campurin"

Dan rasa seneng itu semakin meningkat ketika gue diundang pulang ke Smansa, ketemu temen-temen yang udah 'berdarah-darah' bareng di OSIS, ketemu kakak yang sudah dekat dengan gue ketika SMP


sebagian OSIS Pionir dan BPPKO

Kiri ke kanan : Tika, Teh Arin, Gue
"Ayo Gi kita harus foto bareng pokoknya"

"Di depan gedung Smansa aja teh biar keren haha"

Teh Arin dan Gue di depan gedung Smansa
Lagi-lagi gue menyebut kata pulang untuk datang ke Smansa.
Semoga masih banyak lingkaran lain yang nantinya akan gue sebut pulang ketika gue datang ke sana.

You May Also Like

0 komentar