Lingkaran Baru

by - Juli 10, 2014

Sudah 3 bulan. Sudah 3 bulan lamanya gue bergabung dengan tim ini, Panitia Gerakan UI Mengajar angkatan 4. Kepanitiaan ini berada di tingkat UI dan merupakan program kerja yang dibawahi oleh Sosmas BEM UI.

Sedikit flashback. Menjadi bagian dari GUIM adalah salah satu mimpi gue ketika gue sudah masuk UI. Gue sendiri tau gerakan ini dari cerita seroang teteh, teh Annisa Dwi Astuti yang terpilih menjadi salah satu pengajar ketika GUIM 2, dan karena beliau pula gue akhirnya ada di sini. Gue di"ceburkan" oleh beliau dengan cara merekomendasikan nama gue kepada Director CED (Community, Engagement and Development)  karena latar belakang gue yang pernah menjadi Obsbang. Ketika gue ditawarkan, gue refleks bilang mau. Iya, semau itu dan sepenasaran itu. Dan jadilah gue seperti sekarang ini.

CED! Kurang Ka Nismen dan Ka Tini. Dari kiri ke kanan: Indi, Ka Suli (Vice Director CED), teh Acy (Director CED), Ka Vinda, gue
Makasih banyak Teh Tuti yang sudah "nyeburin" Regia ke sini, dan makasih banyak goreng pisangnya ketika bidding PO GUIM yang pertama. Teh Tuti emang the best banget!

Dari kiri ke kanan: Ka Vinda, Teh Acy, Indi, gue, Ka Abher (Vice PO GUIM 4)
Ada sedikit ketakutan sebetulnya ketika gue memilih untuk bergabung dalam kepanitiaan di tingkat UI. Iya, tingkat UI itu buat gue sesuatu yang ga mudah. Dari beragam open recruitment kepanitiaan, gue mengikuti kepanitiaan di tingkat himpunan dan di tingkat fakultas (teknik) bersama teman-teman dari departemen yang lain. Mengenal teman-teman dari berbagai departemen dan jurusan merupakan pengalaman berharga karena masing2nya memiliki alur berpikir dan budaya yang sudah melekat dalam dirinya. Sekarang gue dihadapkan dengan orang-orang dari fakultas yang berbeda. Tapi justru di sini seninya, gue bisa belajar tentang ilmu psikologi, mendengar teman gue bercerita tentang isu penegakkan hukum, ngeliat gimana sistem keuangan yang diterapkan oleh anak2 fakultas ekonomi, tanpa gue harus menjadi mahasiswa di sana. Karakter, alur berpikir, gaya bicara, dan tendensi orang2 di setiap fakultas tentulah berbeda. Keberagaman dan perbedaan ini yang justru menjadi momen "mahal" buat gue.

Sebelum-sebelumnya, ketika gue bergabung di kepanitiaan tingkat himpunan atau fakultas, tempat-tempat yang menjadi tempat kumpul atau rapat seputar EC, kantek, tamtek, lobby K, yang jaraknya ga jauh dari tempat biasanya gue ada. Sekarang, gue ternyata harus lebih bijak mengatur waktu dan jadwal yang ada. Kegiatan rapat dan kumpul yang diadakan di perpus, kantin psikologi, dan FISIP merupakan tempat-tempat yang harus gue kunjungi dengan bikun atau ojek. Ya sebetulnya bisa-bisa aja jalan kaki, tapi ga sebentar untuk tiba di sana.

Cerita gue masih panjang sama 'lingkaran' yang satu ini. Gue ingat, gue ikut bergabung yaitu ketika Bulan April 2014. Alhamdulillah gue sedikit menjadi saksi perjalanan temen-temen PI-BPH. Walaupun gue belum bergabung ketika dari awal di rintis, tapi gue ikut hadir dalam bidding PO pertama dan kedua GUIM angkatan 4, sekaligus menjadi kali pertamanya gue merasakan seharian di pusgiwa UI dan ngerasain tidur di ruang BEMnya. Ya walaupun gue selalu di bilang anak kecil (karena gue angkatan 2013 dan physically gue emang kecil), disuruh ngeluarin tebak-tebakan yang lucu (walaupun sebagian besar berakhir garing), dan kadang dikerjain, justru hal-hal itu yang bikin gue akhirnya bisa membaur bareng temen-temen yang lain.

Mungkin GUIM emang kepanitiaan, tapi dengan kepanitiaan yang berjalan selama setahun (udah sama kayak Badan Otonom dan Badan Semi Otonom) dan di bulan Januari nanti kurang lebih sebulan gue di daerah terpencil itulah yang membuat gue yakin kalau gue bisa dapet banyak pembelajaran baru.

Pleno 1. Panitia GUIM + temen2 dari BEM UI
tagline GUIM 4 : Satu Aksi, Bersama Menginspirasi

Tim Building panitia, @ Cisarua, Bogor
Gue dan Ka Mbing, Kadep Sosmas BEM UI yang menjadi Human gue waktu main Human Angel
Perjalanan pulang dari Tim Building. Main kartu dalam bikun, haha
Buka Bersama GUIM Angkatan 1-4, @ FISIP
Sebetulnya, foto-fotonya masih banyak banget, karena setiap kegiatan pasti semuanya foto bareng, selfie pake hp+lensa fish eye Ka Rendy si bapak PO dengan bantuan tangan A Ucheng sebagai pengganti tongsis hahaha.

You May Also Like

1 komentar