Jejak

by - Agustus 10, 2014


 
Pada dasarnya, setiap yang kita lakukan, segala hal yang kita lalui, pasti berjejak, pasti meningalkan bekas. Itu pasti.

Jejaknya bermacam-macam. Entah tegak lurus, mapun berkelok-kelok. Entah hanya sekejap, atau pun selamanya. Entah ingin kita simpan untuk kita kenang, atau langsung saja kita hapuskan. Itu semua tergantung kamu, makhluk pemilik jejak.

Semua jejak itu tergantung kamu. Tergantung bagaimana kamu membuatnya. Tergantung bagaimana caramu melewati hari-harimu.

Jejak itu, bisa saja tentang dia yang membekas di hatimu.
Entah dia yang pernah datang, lalu tinggal dalam waktu yang cukup lama, lalu pergi selamanya
Atau dia yang pernah datang , lalu memberi arti sedalam-dalamnya, kemudian pergi dalam sekejap
Mungkin juga dia yang pernah datang, lalu pergi, lalu datang lagi, lalu pergi lagi.

Dan jejak-jejak itu ada.
Jejak-jejak yang menjadi senjata terakhirmu untuk mengenang dia, kemudian berbahagia kedua kalinya. Jejak-jejak yang membuatmu ingin kembali memutar ke masa lalu dan mengabaikan waktu. Jejak-jejak yang menjadi saksi bisu, bahwa pernah ada masa di mana kamu dan dia pernah bersama.

Dan jejak-jejak itu bisa saja menjadi obatmu, yang mampu membuat tersenyum di dalam kondisi sesulit apapun. Atau mungkin jejak-jeka itu menjadi racunmu. Sehingga kamu sakit dan terus meringkih , berharap seseorang datang menolongmu, lalu menjadi jejak barumu.

Apa pun jejak yang kamu tinggalkan, atau pun orang lain tinggalkan, buatlah jejak yang indah. Jejak yang ketika kamu mengingatnya bukanlah suatu penyesalan. Jejak yang ketika mengarah padamu merupakan suatu rasa syukur yang tak terkira.

Mungkin kamu pernah keliru dalam melangkah, tapi selama jejakmu indah, maka kau tak akan merasa bersalah..

You May Also Like

0 komentar