Gue Kangen Bercerita

by - Juli 24, 2016

Berhubung tumblr gue bermasalah karena ga bisa diakses via website dan hanya bisa diakses via mobile phone sedangkan gue mau cerita panjang tapi mager banget ngetik panjang di hp (bayangin aja lo ngetik laporan praktikum di hp), akhirnya gue memutuskan untuk menghidupi blog gue lagi dengan cerita gue...


Ya, gue kangen bercerita.
Tapi bukan cerita setelah lo ditanya,
"lagi deket sama siapa?
"gimana KP-nya?"
"lagi sibuk apa sekarang?"
bukan cerita tentang segala ativitas lo apa aja, kesibukan akhir-akhir ini, atau curhat colongan cewe-cewe kalau lagi kumpul.
Tapi cerita...yang ya cerita.
Cerita yang jujur. Cerita yang lo utarakan karena lo memang ingin bercerita. Cerita yang gak peduli lo lagi dipandang benar atau salah.
Cerita yang..ya-ini-gue.
Kadang cerita memang perlu diberi ruang. Tak usah besar, yang penting cukup untuk menghadirkan kejujuran. Kadang cerita juga perlu dibagi dan tidak hanya disimpan sendiri, karena hari ini memang tidak untuk diri kita sendiri.
.
Akhirnya hari ini gue mau coba cerita lagi...
.
.
.
Gue baru sadar. Setengah perjalanan hidup gue di tahun 2016 amat berbeda dengan tahun lalu, 2015. Cerita 2015 gue padahal amat sangat banyak dengan hadirnya IMS yang mengisi hari-hari gue, bahkan hampir di setiap jamnya, tapi sayang, gue tidak pernah merekamnya di blog ini, sampai-sampai blog ini ga punya cerita satu pun tentang kehidupan gue di tahun 2015. Setahun hidup gue di tahun 2015 penuh dengan semangat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang datang yang seringkali sukses bikin gue kadang kangen hari yang penuh pengharapan, kadang gue kangen hari-hari yang dilalui dengan cuma ngebunuh bosan, atau hari-hari yang ga penuh sama notifiication whats app/line. Gue bisa bilang itu masa-masa sulit dengan berbagai tantangan, tapi jujur dari hati gue yang paling dalam, during those hard times, I grow, a lot.


Elven-Gue-Eja di Pleno IMS
Ya masa-masa setahun lalu gue rasanya banyak mengenyampingkan banyak hal karena amanah yang gue emban. Gue mencoba menaruh hati gue di sana, persis dengan apa yang gue lakukan dulu di OSIS SMA. Gue tidak ingin hanya raga gue yang bergerak, tapi hati juga. Hal itu juga yang bikin gue saat ini kangen masa-masa rapat dari tengah malem menjelang pagi, obrolan-obrolan di kantin, tetesan air mata yang harus jatuh di kamar berukuran 3 m x 4 m, terlebih dengan orang-orang yang selalu bisa gue banggakan, bahkan sampai detik ini.
Dampaknya, gue benar-benar jarang banget punya me-time yang sering gue lakukan dulu yaitu melipir sendirian ke kedai kopi, asik nyeruput kopi sambil nulis, atau temu kangen sama temen-temen SMA, atau jalan-jalan ke luar kota yang lama, atau juga nonton ke bioskop. Ngomong-ngomong film bioskop, film terakhir yang gue tonton tahun 2015 itu adalah Ant Man, yap bulan Agustus 2015. Setelah itu, gue nyentuh bioskop lagi Juni 2016 untuk nonton Now You See Me 2 (padahal rencananya nonton The Conjuring 2), itu pun setelah ada orang yang ngajak gue karena pengen banget-banget nonton Conjuring 2, dan yak, akhirnya Regia menyentuh kembali peradaban! Padahal kalau sampe Agustus 2016 gue ga ke bioskop, gue mau bikin selametan. Yaa, ini salah satu bentuk pengorbanan kecil gue, ketika pada saat itu gue memang sedang tidak ingin banyak membagi fokus gue untuk apa pun, bahkan siapa pun. Terlepas dari berlebihan atau tidak, ya itu pilihan gue saat itu yang InshaAllah gak akan gue sesali di masa sekarang. Gue punya setahun yang benar-benar berbeda!

Tapi melihat gue sekarang ini, gue sedang seperti punya hidup baru. Ya gue seperti lahir baru. Setengah perjalanan 2016 ini seperti anti-klimaks. Allah seperti memberi sedikit istirahat dan ruang gue untuk bernafas lebih lega dari kehidupan dunia yang semakin sibuk dan berisik. Meksi tuntutan akademis makin gila, dan tetap berhasil bikin tangisan kutek tengah malem karena pusing gimana ngerjainnya dan deadline yang beneran bikin gue panik ga mau tidur di kasur selama 5 hari, tapi gue lagi-lagi dihadirkan dengan orang-orang baik. Gue punya banyak waktu ngobrol atau makan di luar bareng temen-temen angkatan, nginep kosan sana-sini lagi yang kadang karena emang pengen lagi bareng-bareng aja. Gue juga akhirnya punya kesemepatan untuk beneran naik gunung yang tinggi sampai puncak dan bersama orang-orang yang masih ngajakin gue naik gunung walaupun dengan berat hati gue tolak karena waktunya bener-bener ga pas :( Kalau tahun lalu gue dikenalkan dengan orang-orang hebat dengan berbagai pemikiran, orang-orang sibuk yang hebat membagi waktu, tahun ini gue dipertemukan dengan orang-orang yang hangat, yang selalu bikin gue ketawa, yang bikin gue akhirnya semangat belajar, temen yang beneran membantu mengistirahatkan pikiran gue hahaha.

Kelompok 6 kurang piknik
Kegiatan gue juga tentunya berbeda. Ya kapan lagi gue akhirnya punya kesempatan ke bioskop, atau ke tempat makan sore-sore cuma buat nemenin temen yang mau cerita, atau juga malem-malem nelusurin jalanan Beji bingung enaknya nyari makan apa dan ujung-ujungnya makan pecel ayam pinggir jalan dan orang yang makan sama gue selalu nambah sepiring nasi dan berakhir selalu dengan kejadian salah bayar, nikmatin angin malam di motor sambil liatin bulan dan aktivitas kota Depok di malam hari. Gue baru ngalamin itu di tahun ini.
Selingan obrolan ringan dan gak penting menjadi hiburan yang menyenangkan di tengah-tengah padatnya aktivitas kampus. Hal-hal macam nebak "itu ikan apa?" sambil nunjuk gambar ikan yang ada di pecel ayam pinggir jalan atau "lo tau ga cerita awk***n? gue abis nge-stalk ask.fm-nya!" sambil nunjukin screenshoot iG dan akun youtube-nya. Obrolan-obrolan lainnya yang kalau ada notification di line bukan bikin panik karena ada kabar masalah, melainkan malah bikin ketawa-ketawa kecil karena candaan-candaan receh. I really enjoy it! :)

Beputarnya dunia memang terasa. 
Detik ketika gue sedih karena akan ada yang segera lulus dan meninggalkan kampus, seketika mampu diganti kebahagiaan karena ada aja yang mau aja nemenin gue muter-muter nyari air dingin buat buka puasa.
Detik ketika gue dulu selalu bingung harus sekelompok tugas dengan siapa karena gue merasa gue sempat menghilang, seketika diganti dengan ajakan untuk sekelompok bareng tugas dengan orang-orang yang gue senang bisa bareng-bareng dengan mereka.
Lantas, pertanyaannya selalu sama,


what's next?
apalagi kita tidak tahu kita saat ini berada pada posisi dunia yang seperti apa,
sedang dunia masih akan terus berputar
entah kemana.

Bogor, 24 Juli 2016
Akhirnya Regia kembali bercerita.

You May Also Like

0 komentar