(Welcoming) Tahun Akhir

by - Agustus 02, 2016

Happy Ending?
There are no happy endings
Endings are the saddest part
So just  give me a happy middle
And a very happy start 
Someone sent me a picture of these words. Mungkin kata-kata ini bisa jadi cukup untuk mewakilkan perasaan seseorang yang sedang memasuki ekhm...fase akhir, iya tingkat akhir.
...
Agustusnya sudah tiba, secepat itu ternyata. Setelah kemarin-kemarin berharap Agustus tidak datang secepat itu dan hari-hari akan sibuk dengan obrolan mahasiswa tingkat akhir yang ngomongin skripsi, kerjaan, kuliah S2, orang-orang sibuk mulai memetakan jalan hidupnya agar sesuai dengan mimpinya.

Tapi untungnya, momen ekskursi menjadi transisi yang baik untuk menyambut Agustus dan segala isinya. Perjalanan ekskursi seminggu, yang beneran ngurung semuanya seminggu dalam bis yang sama, dalam hotel yang sama, dalam rumah makan-yang makannya rutin banget sehari tiga kali-bersama.

Terima kasih pringsewu dan rumah makan lainnya untuk makanan, colokan, dan kamar mandinya yang menjadi kebutuhan primer selama perjalanan
Bis Sumber Jaya "The Hulk" untuk layar tv yang bikin ngerasa satu bis lagi nonton bioskop dan lagu-lagu dari dangdut sampe akustikan yang bikin kita galau satu bis
Ka Arma dan Ka Judith yang udah sabar banget ngurusin 50 sekian anak
Bli Gede Jambul yang dengan jokesnya selalu bikin para kaum Adam tertawa lepas

dan untuk semua momen yang dinikmati dan diabadikan bersama























Sekian momen yang behasil diabadikan dari sekian momen yang dinikmati bersama selama perjalanan Depok-Bali. Lari-larian megang go-pro serasa bikin vlog, atau yang laki-laki berenang kecipak-kecipuk di pantai sambil gotongin novi caya raras, semua foto di sembarang tempat dan bodo amat orang lain merhatiin kita atau engga, main werewolf ber-pokoknya banyak sampe lowbatt, main famili 100 di tengah-tengah kunjungan yang bikin ketawa ga berhenti, turnamen capsa di tengah malam, berenang tengah malem terus malah makan kfc, dan segala tawa dalam menyambut tingkat akhir.
Kadang memang kita baru ngerasa betapa berartinya apa yang menjadi milik kita ketika kita akan melepasnya.
Kalau mau ngelantur, gue berharap setahun ini akan menjadi setahun yang tidak cepat untuk segera dilalui. Maaf anaknya lemah kalau soal ginian. Tapi gue juga ga mau menye-menye. Setahun dari sekarang harus penuh makna, harus berhasil menceklis hutang-hutang janji yang mulai menumpuk.

Sebetulnya gue belum siap sama Agustus dan seisinya. Tapi Agustus pasti datang dengan segera, dengan semua hawa yang mulai membangunkan orang-orang dari istirahat dan jeda yang panjang. Jadi, selamat datang angkatan tua. Semoga gue segera berdamai bahwa gue sudah tua dan gue harus menerimanya. 


Dari Regia yang dari dulu anaknya selalu panik kalau mencium bau-bau perpisahan. Maaf rada baper. Gara-gara mengusahakan semuanya dilakukan dengan hati (karena selalu yakin apa-apa yang dari hati sampainya ke hati juga), sampe-sampe momen ekskursi banyak membawa gue ke masa-masa 3 tahun yang lalu. Regia mau belajar berbesar hati, jadi selamat berproses semuanya!

Bersenang-senanglah
karena hari ini akan kita rindukan
di hari nanti.. sebuah kisah klasik untuk masa depan
Bersenang-senanglah
karena waktu ini akan kita banggakan
di hari tua...

You May Also Like

0 komentar