Jujur

by - September 13, 2016

Bicara jujur,

terlalu banyak orang yang jangankan jujur untuk mau berkata yang sebenarnya kepada orang lain, karena terkadang jujur dengan diri sendiri pun rasanya sama sekali tidak mudah. Untuk mau meng-iya-kan apa yang sebenarnya dirasa, untuk mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi, untuk mau menerima bahwa kondisinya...ya seperti ini.
Selamat karena sudah berdamai, ternyata hati dan pikiran memang bisa tidak sejalan. Kadang pikiran kita berjalan sederhana, namun hati bertindak gelisah. Dan kita hanya perlu melihat lebih dekat, menelusuri lebih jauh ke dalam, menjawab segala tanya yang selama ini terbendung, sampai akhirnya kejujuran hadir sebagai wujud kita yang sebenarnya, sebagai cerminan diri kita atas apa yang kita kehendaki selama ini.
Akhirnya berhasil melawan takut, akhirnya suskes menutup ragu. Kamu menang hari itu. Kamu...akhirnya bisa merasakan kelapangan dari apa-apa yang membuatmu sesak, bisa bernapas lega selama setelah ini merasa ada yang tersendat, bisa merasa tenang dari semua gelisah, hingga akhirnya kita mulai bisa melangkah dengan tenang. Karena tak ada lagi asumsi, karena tak ada lagi yang memberatkan langkahmu ke depanmu, untuk bergegeas meraih apa yang sedang kamu kejar.
Terima kasih sudah membuat saya merasa dibutuhkan di dunia kita yang jelas berbeda. Selalu menyenangkan punya partner diskusi, tertawa, dan bingung bersama. 

ini bukan gue, tapi ya rasanya selega itu untuk tau yang sebenarnya

Terkahir, terima kasih sudah mau jujur.
semoga ada banyak hal baik kedepannya, di ranah perjuangan kita masing-masing.

12 Septmber 2016,
ga tau kenapa soundtrack lagu pas ngobrolnya pas,
ya gitu sebenarnya.

You May Also Like

0 komentar