Road to Bachelor's Degree (1)

by - Januari 14, 2017

"Sebaik-baiknya skripsi adalah skripsi yang selesai"
Entah udah berapa kali gue baca kalimat tersebut bahkan dari gue mahasiswa tingkat I, sampai-sampai gue penasaran, emang orang skripsian tuh gimana sih?
Oia sebelum bahas skripsi, di jurusan gue, Teknik Lingkungan UI, kita sebagai mahasiswa diwajibakan untuk mengambil mata kuliah seminar dan metologi penelitian TL, ini matkul baru di tahun ini dan jumlah SKS-nya pun bertambah dari 1 menjadi 2 tapi rasanya bukan kayak 2 sks bung. Berkali-kali ripat rasanya.
Bedanya sama skripsi? jadi seminar itu membahas mengenai bab 1 2 3 (sebagian orang sampai bab 4) dari skripsi yang isinya latar belakang, tinjauan pustaka dan metodologi penelitian yang tujuannya agar latar belakang masalah yang kita angkat dan cara kita melakukan penelitian nantinya itu benar. Karena balik lagi, kalau dari film Rudy Habibie (eeaaakk) the key of engineering is problem solving. Jadi untuk memastikan masalahnya ada dan metode penyelesaiannya juga benar sebelum kita benar-benar melakukan penelitian.
Yang unik dari penelitian/tugas akhir (TA) gue dan temen-temen TL lainnya dibanding anak sipil (yang juga satu departemen) adalah waktu penelitian kita yang ga bisa singkat dan ga bisa pake kuesioner dan harus siap-siap merogoh kantong untuk dana ngelab, minjem alat maupun bikin rekator. Sebagai contoh, temen gue melakukan studi lysimeter dengan lama waktu penelitian 100 hari. Bayangin bung 100 hari udah kayak mengenang wafat seseorang...dan kalau metode lo salah dan baru ketahuan pas sidang skripsi...kelar idup lo.
Oia, seminar ini juga pake sidang. Di sipil untuk dapetin ST harus melewati 4x sidang, di lingkungan, untuk dapetin ST harus melewati 3x sidang, yaitu sidang tilang, sidang isbat, dan sidang paripurna.
Gak deng.
Pertama sidang Kerja Praktek. Ini sidang paling enak...soalnya bertiga/berdua. Ya setidaknya lo gak deg-degan sendirian gitu. Udah gitu dosen pengujinya bisa diprediksi.
Kedua sidang seminar. Nah ini sidang baru sendirian. Ini sidang yang baru aja gue rasain kemarin
Ketiga sidang skripsi. Belum, yang ini bakal ada di post berikutnya.

Menjelang Sidang Seminar
Walaupun peneilitian gue ini berkelompok, nama geng kita biodrying karena itu topik skripsi kita, walaupun udah baca beberapa jurnal, tapi tetep aja kita ber-4 sering mentok di beberapa hal. Ga beberapa deng, tapi banyak. Beruntungnya skripsi kita ini juga dilakuin oleh salah satu maha-siswa yang maha-pintar bagai titisan langit yang turun ke bumi untuk ngajarin kita ber-4 bocah ingusan yang kalau asistensi sama dosbing seringnya iya-iya aja dan pas diskusi baru nyadar kenapa kita iya-iya aja. Kalau skripsi kita itu laboratorium scale, kalau skripsi doi pilot scale di salah satu perusahaan. Jadi? udah ga diragukan ke-shahih-annya.
Ga sedikit masalah yang ditemuin padahal udah seminggu menjelang sidang. Mulai dari software yang baru kita tau untuk metode statistik, tiba-tiba ganti tujuan penlitian, maupun semua pertanyaan yang muncul dari kami ber-4. Sampai akhirnya hari-hari menjelang tahun baru ketika manusia di FT bisa diitung jari, kampus rasanya senyap ga seperti biasanya, obrolan kami ber-4 + kakak dewa ini masih berlanjut. Bukan karena kami sok-sok-an, tapi karena kami semakin sadar betapa banyak kurangnya kami menghadapi sidang seminar. 
Persiapan menjelang sidang tuh rasanya....ga cuma semangat yang naik turun. Tapi juga mood dan emosi. Sampai-sampai temen-temen gue komen "Reg kok lo tumben ga sumringah kayak biasanya?" "Reg, kenapa si cemberut mulu" atau lagi chat tiba-tiba dibalesnya "ngomel mulu". Untuk semua hal yang tidak berkenan selama masa-masa tersebut gue minta maaf. Gue sadar kalau menjelang sidang, gue menjadi kurang baik dalam menanggapi atau memberikan feedback baik lewat obrolan langsung maupun via chat. Kadang jawaban gue jadi sekenanya, seadanya, bales singkat yang seolah gue lagi eteb dan kayak ketus padahal biasanya gue kalau di chat suka heboh. Atau gue juga jadi baperan, jadinya sedih dan overthinking. Seriously, itu ga enak banget. Baik buat diri gue sendiri, maupun ke orang lain. Belum lagi deadline tubes yang makin mepet, mata kuliah S2 yang kadang gue ngerasa 'kok gue ga nangkep maksudnya ya?', dan 23 sks ini ternyata bikin gue harus bener-bener dewasa. Gak cuma manajemen waktu. Tapi juga pikiran, dan emosi. Gue pun ga nyangka bahwa per-seminaran ini ternyata cukup buat emosi naik turun dan bikin gue ngelus dada berkali-kali apalagi waktu kena 'evaluasi' dari dosbing, progress yang minim, semangat yang turun dan berkali-kali bikin gue menampar diri sendiri.

3 Januari 2017
Akhirnya hari ini tiba juga. Setelah semalaman gue dan temen-temen nginep bareng untuk menghadapi sidang. Gue chat mamah, bapbap, kakak, dan temen-temen gue agar gue dimudahkan untuk sidang. Gue juga harus menghadapi kendala dulu karena harus mengganti penguji satu jam sebelum gue sidang karena penguji utama tidak bisa hadir. Banyak hal yang gue khawatirkan sebelum sidang.
Sampai akhirnya, setelah melalui 33 menit sekian detik...gue keluar ruang ujian denga lega. Ya tentunya revisi-revisi itu ada. Tapi untuk sampai check point hari ini, gue bersyukur karena Allah Mahabaik, semesta mendukung gue di hari itu.
This too shall pass. Yang dikhawatirkan semenjak kemarin, yang dibayang-bayang dalam pikiran, yang disebut-sebut dalam doa di akhir solat akhirnya sudah dilewati. Alhamdulillah. Di hari itu gue resmi 2/3 ST.

Gue, setelah sidang

hadiah dari makhuk-makhluk kesayangan
Tiba-tiba di grup gemash, temen gue ngirim ini,

Dari: someone
Untuk: UI 2013

Pesan:
Sebentar lagi kita akan merasakan rindunya naik bikun. Rindunya makan di kantin. Rindunya bertemu dosen dan teman-teman. Rindunya terengah-engah mengerjakan skripsi. Rindunya sibuk organisasi. Rindunya menunggu nilai SIAK. Kita akan memulai fase baru yang lebih berat. Dunia kerja. Dunia pascakampus. Ketika kesalahan menjadi sulit untuk ditolerir. Ketika sebagian yang lain masih luntang-lantung mencari pekerjaan. Ketika lelah pulang bekerja seharian. 
Maka, nikmatilah satu semester terakhir ini :)
Dulu, pas gue lagi sibuk-sibuknya IMS di semester 5, gue melihat kakak-kakak gue yang biasanya sering gue ajak ngobrol di gazeb atau bercanda bareng di kantek, atau tw-tw di selasar, bahkan curhat colongan di tamtek perlahan-lahan mulai sulit gue temukan keberadaannya. Intensitas kita ketemu dan ngobrol ga sesering dulu, karena mereka mulai sibuk dengan penelitian mereka yang akhirnya gue paham memang banyak menguras waktu. Jadi sekalinya kita bisa ketemu, di kantek misalnya, gue selalu nyamperin mereka dan tanpa sadar bilang
"kak, kok lo udah mau lulus aja sih....jangan cepet-cepet lulus dong..nanti gue cerita sama siapa :') "
"Yah jangan ngomong gitu dong Reg...gue juga ga pengen cepet-cepet Reg...tapi sekarang tuh lo seakan-akan sedang berada pada titik dimana lo udah memulai, dan lo udah berjalan di tengah-tengah dan yang harus lo lakukan adalah ya menyelesaikan itu"
Terus sekarang gue ada di titik itu. Kegilaan kegiatan kampus beserta tetek bengeknya bikin gue punya banyak cerita baik di sipil, di teknik, maupun di UI. Padahal dari dulu gue mengindam-idamkan untuk punya gelar Sarjana Teknik dan ternyata (inshaAllah) satu langkah lagi nama belakang gue bertambah hurufnya.
Semester 8. Udah diujung ya ternyata :")

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Semoga Engkau senantiasa memberi penutup yang indah, penutup yang manis, dan penutup yang baik dari perjalanan panjang ini, dari perjuangan 4 tahun ini, dari ibadah ini. Perkenankan hamba Ya Rabb. Aaamiin. Aamiin. Allahumma Aamiin.

You May Also Like

0 komentar