"List of Things to Do Before I Graduate College"

by - Februari 11, 2017

Beda.

Mungkin ini kata yang bisa mencakup bagaimana seminggu ini berjalan di kampus. Seminggu menjalani masa-masa sebagai semester 8, seminggu menjalani masa-masa menjadi orang yang sebentar lagi akan hengkang dari kehidupan kampus-yang-sangat-ia-nikmati.

Momen wisuda minggu lalu saat gue menghadiri PSB terakhir sebagai warga (InshaAllah) cukup membuat gue merenung banyak. Belum lagi temen-temen SMA gue yang lulus 3,5 tahun sukses membuat rotunda mendadak hangat karena menjadi momentum reuni sederhana demi melihat kawan seperjuangannya memakai toga. Buket bunga, bingkisan, coklat, hadiah, sampai kehadiran orang-orang yang datang jauh-jauh dari berbagai penjuru dan berangkat pagi dan langsung pulang malamnya cuma demi dateng wisuda, tidak lain memberikan pemaknaan bahwa perjuangan dan persiapan hadiah memang demi menambah bahagia di hari bahagia dari perjalanan panjangnya selama kuliah, demi bisa mengukir senyum kawan terbaiknya. Di tengah hiruk-pikuk hari bahagia teman-teman gue menyandang gelar sarjana, tanpa sengaja kata-kata ini terlontar "doakan gue Agustus menyusul ya". 


Kemarin, yang jadi puncak acara PSB yaitu gathering, saat gue dan teman-teman angkatan gue foto tiba-tiba terlintas untuk bikin video singkat. Ketika semua orang lagi sibuk maju ke depan untuk persiaan foto acara antara wisudawan dengan seluruh warga, ada suara-suara yang memecah keributan, "sampai jumpa di PSB genap, aamiin"
Kata-kata yang penuh pengharapan, bukan?
"The trouble is you think you have time" - Buddha
Sering kita menganggap bahwa waktu kita masih banyak dan masih panjang. "Iya, besok deh", "Ah entar juga keburu", "Iya nanti juga bisa". Nyatanya persentase kegagalan itu selalu ada. Dari gue dulu di IMS ketika harus merencankan sesuatu, ketika dihadapkan pada masalah, dan pertanyaan orang-orang be like "terus gimana?" seakan-akan gue sedang diajak mikir di tempat dan ga jarang juga solusi muncul dari obrolan tidak disengaja, dengan kata-kata yang paling sering direpitisi "pikirin dari sekarang" yang artinya waktu lo ga banyak, 24 jam itu singkat, bro.

Setahun memegang timeline yang harus dipantau tidak hanya perbulan, bahkan perminggu, dan terus dijaga tiap harinya membuat gue semakin menghargai waktu, membuat gue untuk terus mikirin nanti gimana dan seterusnya. Termasuk untuk bisa menjalani rare-moment, dari mulai mengiyakan ajakan temen mendadak di hari-H untuk kasih surprise ke temen SMA yang 3 tahun udah ga ketemu, mengiyakan titipan masukin cawan ke oven untuk persiapan nge-lab untuk penelitian, mengiyakan ajakan temen fakultas sebelah makan ke Bu Ani karena katanya lagi pengen Bu Ani, dan hal-hal lainnya yang jarang gue lakukan dan belum tentu bisa gue lakukan nanti. Hal-hal yang-gue pengen banget bantu lo selagi kita masih sering ketemu sekarang.

Di tengah perbedaan hawa yang gue rasakan di kampus, ketika gue lebih sering nyebut kata-kata "ke lab lingkungan" dibanding "ke kantek", "mau ketemu Bu Andari" (pembimbing akademis sekaligus pembimbing skripsi) , dibanding "mau ketemu adek asuh", gue iseng-iseng (tapi semoga dijalaninnya ga iseng-iseng) bikin di buku catatan gue, judulnya keren sih

"List of Things to Do Before I Graduate College"

Isinya macem-macem. Dari mulai yang serius sampe yang cuma lucu-lucuan, dari yang kayak

- makan di semua kantin fakultas
dan untungnya hanya tersisa beberapa fakultas yang gue harus datangi

-naik spekun bener-bener keliling UI

-foto di depan tulisan Universitas Indonesia (yang deket gerbatama UI, di depan danau)

-jadi asisten lab dan tubes  #eeak

sampai ke

- publikasi ilmiah

- nemenin adek asuh jadi BPH dan proses penerimaan sebagai kakak

dan yang ada di nomer 1,

- menyampaikan apa yang harus disampaikan

dan masih banyak list-list lainnya yang bisa gue kejar selagi status mahasiswa-yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan banyak hal-terganti dengan sendirinya.
"Kids, you can't cling to the past. Because no matter how tightly you hold on, it's already gone"-How I Met Your Mother
Carpe diem,
rendah hatilah manusia yang menghayatinya

You May Also Like

0 komentar