Hari Kebangkitan

by - Mei 20, 2017

Membuka kembali sebuah racauan. Masih tentang kilas balik, namun bukan untuk mengutuki apa yang telah terjadi. Semoga bukan seperti itu. Semoga memang tidak seperti itu.


"Orang-orang cenderung menilai kebahagiaan itu dari apa yang belum mereka punya, padahal seharusnya kebahagiaan itu dinilai dari apa yang sudah kita punya."

Ungkapan itu benar adanya.
Ada batas antara memiliki dan merasa memiliki, meski hanya seinchi. Namun kedua kondisi tersebut tak boleh merubah apapun dalam diri kita. Apa yang kita miliki saat ini, apa-apa yang kita punyai sekarang ini menjadi bahagianya kita, meski definisi kebahagiaan tersebut kita sendiri yang punya. Sebab, dengan atau tanpa, kita masih baik-baik saja. Sibuk dengan dunianya masing-masing, asik dengan kehidupannya masing-masing, meski sadar bahwa pernah ada masa di mana keduanya saling menggantungkan cerita, namun cerita - cerita tersebut tetap akan berlanjut menuju klimaksnya dan berakhir di epilognya.

Pagi ini, biarkan ada lembar yang terbuka kembali. Bukan untuk meminta untuk diulang kembali. Namun, ada perasaan baik yang mengepung, ada hangat yang tersisa ketika kurang lebih satu tahun ada cerita yang pernah dimulai, ada warna baru yang tergores, dan itu cukup untuk memahamkan bahwa setiap orang memiliki peran dan arti tersendiri, dikatakan atau tidak dikatakan.

Biarkan pahit-manis cerita menjadi cara untuk sesekali berbagi apa yang sedang di rasa. Sebab hal itu yang tak pernah menanggalkan rasa percaya. Sebab hal itu yang menguatkan kaki kita untuk terus melangkah tanpa harus terus menerus dibantu.

Semoga racauan ini menjadi sekumpulan paragraf baik dalam menyambut hari mendatang yang pernah ditakuti. Bahwa ketakutan harus dihadapi, bagaimana pun wujudnya. Dan kita akan kembali ke titik kemenangan dalam melawan sebuah ketakutan.

Selamat Hari Kebangkitan.
Ada yang sedang bangkit dari masa lalu yang pernah tak ingin dilepas genggamannya
Ada pula yang sedang membangkitkan rasa percayanya bahwa dirinya mampu melawan takutnya
Apapun itu,
Saatnya bangkit,
Kita sudah terlalu lama tertidur dalam balutan harapan, bukan?
Saatnya buka mata
Ada hari baru yang siap untuk disapa

You May Also Like

0 komentar