1 dekade bercerita

by - April 28, 2018

Post kali ini akan gue buka dengan pertanyaan,

'apa rasanya terus menulis selama 10 tahun?'

Semua post di sini, rekam jejak gue selama ini, telah banyak membantu gue dalam mengurai benang kusut yang ada di pikiran gue, juga menjadi perwujudan dari apa yang sebenarnya gue rasakan tapi sulit untuk gue sampaikan atau gue katakan.

Gue memang senang menulis tapi bukan berarti gue penulis. Anggap saja aktivitas menulis yang sering gue lakukan ini memiliki derajat yang sama dengan membaca maupun menghitung.
Okesip.

Blog ini bertumbuh baik dengan gue.
Gue cukup kaget ternyata gue mampu bertahan selama 10 tahun. Gue tidak menduga bahwa blog ini mampu membahas mengenai bagaimana gue melewati banyak lingkaran, situasi, kondisi, maupun orang-orang yang gue temui sejak gue berseragam putih-biru sampai akhirnya gue kerja. Gak sedikit tentunya perubahan yang bisa terlihat di blog ini, dari cara gue menulis, cara gue melihat sesuatu, hingga cara gue mengemukakan sesuatu.

Momen gue akhirnya mendapatkan pekerjaan tetap di tahun 2018 bertepatan dengan momen dimana gue mulai memutuskan untuk mulai bercerita dengan cara menulis, tepat 10 tahun silam. Dulu waktu friendster lagi booming-boomingnya, gue membuat postingan blog.friendster, tapi gak lama setelah gue mengenal blogspot akhirnya gue memutuskan untuk memindahkan postingan gue ke blog ini. Pada saat awal gue menulis gue tidak pernah memaksa diri gue untuk menulis rutin, atau menargetkan kapan waktu untuk gue menulis, atau berapa lama gue akan konsisten menulis. Hal yang gue sadari setelah gue mulai menulis adalah gue menemukan kenyamanan ketika gue melakukannya.

Blog ini menjadi saksi perpindahan gue dari satu fase ke fase yang lainnya.
Di awal gue mulai menulis, gue menemukan banyak teman seperjuangan yang juga memiliki semangat yang sama. Namun di perjalanannya, satu persatu teman gue mulai berguguran atau mereka memutuskan membuka lembaran baru cerita mereka dan meninggalkan platform lama mereka, ada yang pindah ke wordpress, atau tumblr, atau platform lainnya sekaligus menyambut diri mereka yang baru. Atau ada pula yang memutuskan menghapus cerita lamanya karena dirasa udah ga relate dengan diri mereka saat ini. Sering ada keinginan di diri gue untuk memulai lembaran baru di platform lain atau menghapus post lama karena dirasa sudah banyak hal yang sangat berbeda, tapi akhirnya gue membiarkan itu semua ada di sana karena bagaimanapun juga, cerita-cerita tersebut sedikit-banyak punya pengaruh di hidup gue.

Gue ga pernah tau bagaimana teknik menulis yang baik, atau teori untuk menghasilkan tulisan yang bagus. Gue cuma mau jujur tentang apa yang gue tulis, hal yang gue suka atau gue ga suka, hal yang bikin gue senang kayak melayang-layang ataupun sedih berlarut-larut. Blog ini memuat segala hal mengenai mimpi, pengharapan, ketakutan, patah hati, keberhasilan, maupun rasanya jatuh lalu tertimpa tangga. Dimulai dari bagaimana gue sangat ingin masuk SMA yang gue inginkan, disusul dengan keinginan gue untuk masuk kuliah di PTN impian lalu gue gagal namun akhirnya berhasil di kesempatan yang lain hingga akhirnya gue saat ini mendapatkan pekerjaan yang gue inginkan. Dan dari perpindahan tersebut masih ada perintilan-perintilan dinamika yang terjadi, yang akhirnya menjadikan gue menjadi gue yang saat ini

"Kamu gak butuh semua orang untuk menyukai karyamu, cukup satu orang untuk membuat kamu terus berkarya"
Gue pernah menulis mengikuti gaya salah satu penulis dan berakhir nanggung. Gue pernah mengagumi seorang penulis tapi berakhir dengan kesadaran penuh bahwa gue ga akan bisa membentuk tulisan seperti itu. Ini bukan tentang kemampuan, tapi karena yang nulis adalah dia dan bukan gue, sehingga hasil akhirnya pasti akan berbeda. Akhirnya gue mulai bercerita dengan menyelami diri gue, menyelami rasa sedih hingga menyelami rasa senang yang coba gue urai satu persatu di sini. Gak jarang gue ngerasa postingan gue sampah banget, ga ada intinya, hambar, ga ada nyawanya, intinya biasa banget dan bikin gue pengen hapus aja postingannya. Tapi akhirnya gue biarkan mereka semua terekam di blog ini karena gue kembali teringat gue menulis untuk bercerita bukan untuk orang lain, tapi untuk diri gue sendiri

Sampai suatu saat, ketika gue mulai paham bagaimana menerjemahkan rasa maupun mengkonversi suatu gagasan dalam bentuk tulisan, satu persatu teman gue yang membaca blog gue ikut senang, ikut mengerti atas apa yang ingin gue sampaikan dalam setiap postingannya. Ternyata blog ini bertumbuh menjadi bagian yang lebih luas, ternyata tidak hanya gue yang menikmati, tapi juga sebagian kecil orang, dan itu sangat cukup untuk menjadi alasan mengapa gue harus terus ada di sini, bahkan harus lebih dari satu dekade.

Jadi, apa yang sudah dilewati dalam 1 dekade?
Gue tidak perlu panjang lebar menjelaskan. Semuanya sudah terekam dengan baik dalam blog ini. Tulisan-tulisan yang ada pada blog ini tidak menjadi sejarah semata, mereka adalah satu dari sekian pengingat dimana gue pernah ada di masa paling sulit, masa keberhasilan, dan gue ada di sana, yang membuat cerita dan mampu melewati badai yang terasa memilukan sehingga tidak ada alasan bagi diri gue yang saat ini untuk beristirahat terlalu lama, apalagi berhenti.

Gue sangat berharap akan ada dekade-dekade selanjutnya.
Semoga menulis akan selalu menjadi jeda terbaik di kala sibuknya rutinitas duniawi. Semoga menulis masih menjadi cara gue untuk merasa lega sekaligus bahagia, sesedih apapun pesan yang ingin gue sampaikan. Semoga menulis akan tetap menjadi cara gue untuk lebih menyelami dan memahami diri sehingga mampu menghadirkan kejujuran tanpa harus merasa benar maupun salah.

10 tahun.
10 tahun gue menghidupi blog ini. Dari gue punya hp jenis ringtone polyphonic hingga hp yang bisa bikin bokeh pada hasil gambarnya. Dari gue yang dulu selalu tidak percaya diri untuk bermimpi karena merasa seperti remah-remah nastar hingga gue yang saat ini senang untuk memiliki mimpi. Dari gue yang selalu dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran hingga gue yang akhirnya sadar, bahwa tak sedikit ketakutan akan berakhir menjadi ketakutan semata.

Selamat 1 dekade,
semoga tidak pernah berhenti mensyukuri hal kecil
semoga semakin ikhlas dalam menjalani, menyelami, hingga menertawakan kehidupan
dan semoga semua paragraf baik di sini menjadi doa, doa yang tak pernah selesai

You May Also Like

0 komentar